![]() |
| Mathias Malaka dan Simson Lobloby |
Saumlaki, Maluku Post.com – Jelang pendaftaran Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana tahapan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), tercatat ada lebih dari 3 Cawabup yang telah resmi menentukan pasangannya. Seperti halnya Dharma Oratmangun – Sony Hendra Ratissa (DO-SHR), Jhon Keliduan-Paula Laratmase (Jonpol), dan Petrus Fatlolon – Agustinus Utuwali (PF-AU).
Mathias Malaka yang saat ini masih aktif bertugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara Barat akhirnya menyatakan sikap finalnya untuk turut bertanding dalam memperebutkan kursi Kepala Daerah pada bulan Februari 2017 mendatang.
Malaka adalah pria kelahiran desa Sifnana, kecamatan Tanimbar Selatan ini tercatat pula telah mengukir prestasi di pemerintahan, dimana semenjak daerah ini dimekarkan dan terlepas dari kabupaten Maluku Tenggara 16 tahun silam, telah dipercayakan untuk memimpin sejumlah SKPD seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) selama kurun waktu tujuh tahun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta menjabat sebagai Asisten II pada Sekretariat Daerah dan selanjutnya ditugaskan sebagai Sekretaris Daerah selama dua periode. Dengan begitu, tidaklah berlebihan jikalau Mathias boleh disebut telah makan garam dalam dunia birokrasi dan pantas memimpin daerah ini lima tahun mendatang.
Kesetiaan dalam karyanya selaku abdi Negara dan masyarakat selama 36 tahun itu, telah menuntun Mathias yang dahulu mengawali karier dengan golongan II/a dan kini telah mencapai golongan IV/d untuk menentukan langkah selanjutnya meneruskan program-program pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini dibawah Kepemimpinan Bitzael S.Temmar dan Petrus P.Werembinan.
“Menghadapi Pilkada 2017 mendatang, banyak orang yang berkeinginan untuk mencalonkan diri, dan saya juga termasuk salah satu Bakal Calon. Saya terdorong untuk masuk ke wilayah itu karena memang karier saya sudah mentok, saya sekarang sudah tidak bisa naik pangkat lagi. Sudah empat sampai lima tahun ini saya sudah tidak bisa naik pangkat karena jabatan eselon II/a di Kabupaten itu pangkatnya berakhir pada IV/d atau Pembina Utama Madya, jadi saya kira sudah waktunya untuk saya harus berpikir itu, namun tentu itu berpulang kepada masyarakat MTB. Yang pasti keinginan saya adalah untuk melanjutkan pembangunan ini, karena saya berada didalam pemerintahan selama sepuluh tahun ini dan sedikitnya mengetahui kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang kita sudah buat, kita buat tetapi belum selesai, dan kita akan buat lagi,” beber Malaka di Saumlaki, Minggu (8/5)
Malaka pun mengumumkan secara resmi bakal calon wakilnya yang telah berproses bersamanya di sejumlah Parpol peserta Pemilu yakni Simson Loblobi sebagai pendampingnya, dan telah mereka berdua telah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan di daerah julukan Duan-Lolat ini.
“Saya sudah berkomitmen dengan Pak Simson Loblobi sebagai calon wakil bupati dan kita sudah berproses sama-sama, nanti kemudian pimpinan partailah yang akan menentukan. Saya kira pak Simson Loblobi ini bukan baru dikenal hari ini, kita sudah berkomunikasi selama ini yakni antara dua lembaga ini, oleh karena itu saya berkesimpulan bahwa saya dan beliau sudah punya pemahaman yang sama terhadap daerah ini. Beliau punya pengalaman di lembaga yang terhormat, demikian pula saya; oleh karena membangun daerah ini harus diutamakan pemahaman akan daerah dan masyarakat.” ujar Malaka di Saumlaki, Minggu (8/5).
Simson Loblobi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Barat itu dinilai merupakan tokoh muda yang punya elektabilitas, popularitas, intelektualitas, integritas dan tentunya memahami kondisi daerah, oleh karena terbukti telah didaulat rakyat MTB sebagai wakil rakyat di Parlemen selama dua periode ini.
Dijelaskan Malaka, sebagai warga negara yang dijamin haknya sesuai Undang-Undang (UU) dirinya bersama Lobloby telah mendaftarkan diri ke sejumlah Partai Politik peserta Pemilu yang berhak mengajukan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana perintah UU yakni : PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKS, PAN, PKB,Hanura, Partai Golkar dan Partai Demokrat; sementara dua Partai Peserta Pemilu lain yang juga memiliki keterwakilan di DPRD MTB seperti PKPI dan Partai Gerindra tidak sempat dia ajukan lamarannya.
“Sampai saat ini kami sudah mengikuti uji kepatutan pada tiga Partai. Dan nanti minggu depan akan ada lagi partai yang melakukannya sehingga kami tetap siap menjalani. Terkait keputusan final dari Partai soal penentuan siapa yang akan memperoleh rekomendasi, itu kami serahkan sepenuhnya kepada pimpinan Parpol masing-masing, dan kami tetap menghormati setiap keputusan yang diambil,” ujarnya.
Target meraih kemenangan dalam proses Pilkada lanjut Malaka, akan dia tempuh dengan cara-cara yang elegan yakni melalui tawaran rencana program kerja yang pro rakyat, termasuk mengedepankan bukti-bukti kinerja dan bukan janji-janji manis.
“Saya sangat menghormati teman-teman pasangan bakal calon yang lain yang sudah mendaftarkan diri untuk maju dalam pilkada, biarlah pada akhirnya Tuhan yang menentukan siapakah pemimpin pilihan rakyat lima tahun mendatang. Dengan demikian kita harus saling menghormati. Selain itu, kalau Tuhan menghendaki dan masyarakat memilih kami maka kami bersyukur, begitu pula ketika tidak terpilih maka kami tetap bersyukur, karena membangun daerah ini bukan hanya menjadi Bupati dan atau Wakil Bupati, melainkan semua masyarakat harus berperan membangun daerah.” pungkasnya. (MP-14)


