Akibat Kepsek Dan Guru Masih Menikmati Liburan Hingga Kini
Tual, Maluku Post.com – Upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mencerdaskan anak bangsa tidak diindahkan oleh Kepala Sekolah dan Para Guru SD Inpres Kanara, Kecamatan Kuur Selatan, Kota Tual. Hal ini terbukti dengan ketidakhadiran Kepala Sekolah dan para guru pada SD tersebut, yang masih berlibur sejak libur lebaran kemarin hingga sekarang.
Ironisnya, akibat ketidakhadiran kepala sekolah dan para guru ini mengakibatkan aktifitas belajar mengajar pada SD Inpres Kanara lumpuh total, yang berdampak bagi masa depan anak didik.
Abdul Kadir Yamko, salah seorang tokoh masyarakat desa Kanara, Kecamatan Kuur Selatan, Kota Tual, mengatakan sangat menyesalkan akan kondisi pendidikan pada sekolah ini.
“Saya sungguh menyesal sekaligus kecewa dengan kondisi ini, bayangkan saja kepala sekolah dan para guru semua sejak libur lebaran kemarin sampai sekarang belum menunjukan batang hidung mereka di sekolah, selain itu sekolah tersebut masih terkunci,” ungkapnya di Tual, Kamis (11/8).
Sekedar diketahui, bahwa SD Inpres Kanara ini sebelum Lebaran itu sudah mulai diliburkan, namun ketika masa liburan itu selesai, kepala sekolah dan para guru seorangpun juga tidak pernah hadir di sekolah sampai sekrang untuk melaksanakan aktifitas belajar mengajar seperti biasa.
Dijelaskan Yamko, setiap hari para siswa ke sekolah tersebut namun ruang kelasnya masih terkunci sehingga para siswa ini kembali ke hutan untuk memetik kenari.
“Setiap hari anak-anak ke sekolah, tapi sampai jam 7 pagi namun ruang-ruang kelas tidak dibuka bahkan masih terkunci, sehingga anak-anak ini pulang, dan mereka kembali ke hutan untuk memetik kenari dan dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.
Yamko menambahkan, kejadian ini sangat disayangkan, karena kondisi ini luput dari perhatian pemerintah Kota Tual, DPRD Kota Tual dan Dinas Pendidikan Kota Tual, karena kondisi ini sudah hampir sebulan, namun semuanya bersikap seakan tidak tahu apa-apa.
“Saya berharap, agar Pemerintah Kota Tual, DPRD Kota Tual, dan Dinas Pendidikan secepatnya memanggil kepala sekolah dan para guru SD Inpres Kanara ini untuk diminta pertangungjawabnya, karena ini sudah melanggar aturan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.
Yamko menyesalkan tugas fungsi kontrol dari DPRD Kota Tual terbukti tidak berjalan optimal, kasus ini adalah contoh dari sekian banyak permasalahan pendidikan yang mungin saja luput dari para anggota dewan yang terhotmat ini.
“Anak-anak ini adalah harapan dan masa depan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, jadi tolong diperhatikan hak-haknya, mereka ini manusia bukan binatang, jangan ditelantarkan seperti ini,” pungkasnya. (MP-15)


