Beruatwarin : Guru Dapat Kembangkan Kompetensi Dan Manajemen Pengelolaan Pendidikan

  • Whatsapp
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin memberikan sambutan pada kegiatan Diklat Guru dan Pengelola Pendidikan, kerja sama antara Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Jakarta dengan Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr J. B. Sitanala Cabang Kei Kecil dan Kota Tual, Selasa (15/1/2020)

Langgur, Malukupost.com – Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara (Malra), Petrus Beruatwarin mengatakan, pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah, karena sekolah merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan,” ujarnya saat membuka kegiatan Diklat Guru dan Pengelola Pendidikan, kerja sama antara Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Jakarta dengan Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr J. B. Sitanala Cabang Kei Kecil dan Kota Tual, Rabu (15/1/2020)

Menurut Beruatwarin, sebagai satu lembaga, sekolah tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut maka sekolah memerlukan tenaga-tenaga yang profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial.

“Sekolah sebagai sutau sistem harus memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan,” tandasnya.

Beruatwarin katakan, komponen yang dimaksudkan adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan sarana, fasilitas, proses pembelajaran (output).

“Semua komponen itu harus berkembang harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan di sekitarnya,” tukasnya.

Dijelaskan Beruatwarin, tenaga pendidik harus memiliki kemampuan profesional yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan diri yang baik. Dan kegiatan diklat yang dilaksanakan tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan kopetensi yang wajib dimiliki oleh para guru.

“Disamping itu juga untuk mengembangkan manajemen pengelolaan pendidikan,” tegasnya.

Beruatwarin berharap, peserta bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya diklat ini, agar nantinya kembali ke sekolah masing-masing mereka sudah memiliki ilmu untuk mengembangkan kompetensi dan manajemen yang lebih baik dari sebelumnya.

“Dengan demikian, maka tentunya kinerja guru akan meningkat seiring dengan cita-cita dan tujuan pendidikan,” pungkasnya.

Pos terkait