Gustu Covid-19 Kepulauan Tanimbar Izinkan Penerbangan Masuk Saumlaki

  • Whatsapp
Pesawat Wings Air saat hendak lepas landas di Bandar udara Mathilda Batlayeri Amtufu. Foto dari lokasi danau Lorulun

Saumlaki, MalukuPost.com – Tim Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar memutuskan untuk membuka kembali penerbangan dari dan keluar wilayah itu pasca dilakukan penghentian sementara beberapa bulan lalu dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19.

Koordinator bidang Humas Gustu Covid-19 Kepulauan Tanimbar, Andri J. Kurniawan menyatakan, telah dilakukan rapat tim Gustu Covid-19 Kepulauan Tanimbar pada hari Sabtu kemarin dan disepakati pembukaan jadwal penerbangan maskapai Wings Air.

“Penerbangan yang dilayani maskapai Wings Air ditetapkan sebanyak dua kali dalam seminggu yakni pada hari Senin dan Jumat hanya sekali dalam sehari,” ujarnya di Saumlaki, Kamis (6/8/2020) sembari menambahkan penerbangan itu akan dibuka selama bulan Agustus dan setelah itu akan dilakukan evaluasi.

Sementara itu, Koordinator bidang pencegahan, dr. Edwin Tomasoa dihubungi terpisah menyatakan pihaknya tetap melakukan karantina bagi para pelaku perjalanan saat tiba di bandar udara Mathilda Batlayeri Amtufu.

“Untuk pelaksanaan karantina akan tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik dari pelaku perjalanan,” ungkapnya.

Dijelaskan Tomasoa, saat tiba pelaku perjalanan akan mengikuti serangkaian pengecekan oleh petugas kesehatan dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang berlaku. Pelaku perjalanan yang diperiksa dan tidak menunjukan gejala dengan suhu badan normal, maka diarahkan untuk melakukan karantina mandiri dengan mengisi dokumen administrasi sebagai jaminan untuk mengikuti prosedur protokol kesehatan selama melakukan karantina mandiri.

“Selanjutnya bagi pelaku perjalanan yang diperiksa dan menunjukan adanya gejala dengan suhu badan diatas rata rata maka diarahkan untuk melakukan karantina terpusat,” bebernya.

Tomasoa menambahkan, para pelaku perjalanan baik yang melakukan karantina mandiri maupun terpusat akan dilakukan rapid test kembali sesudah hari ke-7 terhitung saat setelah tiba di Saumlaki.

“Apabila hasilnya non reaktif maka diperbolehkan untuk melakukan aktivitas normal,” pungkasnya.

Pos terkait