54 Mitra Binaan Penerima Bantuan Tersebar di 1 Kota dan 2 Kabupaten
Jayapura, Malukupost.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII menyalurkan modal usaha Program Kemitraan bagi usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Papua, wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan sekaligus menyambut momentum Adaptasi Kebiasaan Baru untuk bangkit pasca pandemi Covid-19.
Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII, Edi Mangun dalam siaran pers yang diterima MalukuPost.com, Minggu (30/8) menyebutkan program tersebut berupa bantuan pinjaman permodalan dengan maksimal nilai pinjaman Rp200 juta untuk setiap UMKM yang dinilai layak. Bantuan modal yang disalurkan sebesar Rp 2,860 miliar kepada total 54 mitra UMKM, Sabtu (29/08).
“Penyaluran di wilayah Papua kali ini agar UMKM di Timur Indonesia dapat segera bangkit, konsumsi masih mendominasi perekenomian kita namun Market Growth wilayah timur belum beranjak naik sehingga peningkatan modal diperlukan agar bisa menembus pasar diluar Provinsi Papua,” ungkapnya.
Edi katakan, program Kemitraan Pertamina sendiri ditujukan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina sehingga menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Papua punya banyak UMKM Kreatif meskipun pada beberapa kategori usaha, strategi yang digunakan masih defensive karena pandemik, kami berharap kawan-kawan UMKM dapat dibantu menekan biaya logistik dalam program pendampingan Pertamina agar mereka bisa mencari pasar diluar Provinsi Papua” ujarnya.
Dijelaskan Edi, Pertamina menyadari bahwa peran UMKM sangat membantu dalam hal penciptaan lapangan kerja baru, menompang pergerakan perekonomian daerah dan meningkatkan kemandirian serta kewirausahaan para pelaku UMKM. Pertamina telah memberikan bantuan modal usaha kepada ± 2.674 UMKM di Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.
“Dengan bergabungnya 64 mitra baru dari wilayah Papua, maka jumlah mitra UMKM Pertamina MOR VIII telah menembus angka 2.738 mitra binaan yang berada dalam ekosistem yang saling menguntungkan antara satu jenis usaha dengan usaha lainnya,” katanya.
Diungkapkan Edi, setelah menjadi Mitra Binaan Pertamina, maka Mitra dapat memiliki akses permodalan, akses pasar Pertamina Grup dan jaringan UMKM Pertamina, serta akses peningkatan kompetensi dimana mitra binaan diwajibkan mengikuti pelatihan dan pendampingan mengenai kewirausahaan.
“Selain penyaluran modal usaha melalui bantuan modal usaha dana bergulir Program Kemitraan (PK) saat ini Pertamina juga tengah melakukan sosialisasi program Pinky Movement. Program itu merupakan bagian dari program pembiayaan dan pembinaan kepada UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina,” bebernya.
Menurut Edi, fokus utama UMKM Pinky Movement adalah pelaku usaha yang menggunakan gas LPG sebagai sumber energi utama dalam proses pengolahan nilai tambah usahanya seperti usaha kuliner rumahan atau para pelaku UMKM pangkalan minyak tanah untuk bertransformasi menuju pangkalan gas non subsidi.
“Untuk mengikuti program ini, calon mitra binaan dapat mengubungi Call Center 135,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, sebelumnya Pertamina MOR VIII telah menyalurkan 1.150 miliar pada minggu pertama bulan Agustus kepada 11 mitra binaan program Pinky Movement.


