Langgur, MalukuPost.com – Pengurus Cabag (Pengcab) Ferderasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) resmi telah terbentuk usai digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) I yang dilaksanakan pada tanggal 28 September 2020 di Ohoililir.
Muscab yang dihadiri 9 klub pencinta alam tersebut memutuskan Moh. Nawawi Namsa selaku Ketua terpilih untuk periode empat tahun kedepan.
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Sekretaris KONI Malra, Muhsin Rahayaan, sekaligus membuka secara resmi Musda dimaksud.
Kepada wartawan saat konfrensi pers di Langgur, Sabtu (3/10), Namsa mengakui FPTI di Malra ini masih tergolong baru (baru dibentuk). Namun dirinya berharap ini akan menjadi trend baru di Malra, khususnya olahraga panjat tebing.
“Berdasarkan berkoordinasi yang dilakukan, Ketua FPTI Provinsi Maluku telah menghendaki agar FPTI Malra segera dibentuk. Kami telah membentuk formatur untuk menyusun komposisi kepengurusannya, nanti dikirim ke provinsi agar kami dapatkan legitimasi hukumnya berupa surat keputusan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan ketua KONI kabupaten Malra (Bupati) untuk bergabung dalam KONI setempat.
“Ini mungkin sedikit yang dapat kami berikan untuk membantu pemerintah daerah dalam memasyarakatkan olahraga khususnya panjat tebing di Malra,” ujarnya.
Namsa mengungkapkan, pihaknya merencanakan pada saat pelantikan nanti sekaligus juga akan digelar rapat kerja.

Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi untuk semua tingkat usia, baik itu dari SD, SMP hingga SMA. Selanjutnya, akan merekrut pula atlit-atlit panjat tebing terbaik dari Malra untuk mengikuti iven-iven di tingkat regional maupun nasional.
“Di Malra ini telah ada beberapa klub pencinta alam diantaranya Himalaya, Mollucas dan lain-lain. Tetapi selama ini mereka belum ada wadah yang resmi untuk menampung dan menyalurkan minat serta bakat mereka. Istilahnya mereka (klub) masih berdiri sendiri-sendiri. Harapannya FPTI Malra kedepan dapat menjadi wadah dan tempat untuk menampung minat serta bakat para pencinta alam,” bebernya.
Sementara itu, salah satu pengurus FPTI lainnya yakni Ernes Yamlean menjelaskan, FPTI Malra ini lahir karena dilatarbelakangi rasa keterpanggilan dimana pihaknya menyaksikan langsung bahwa ada anak-anak Kei (Malra dan Kota Tual) selalu mewakili kabupaten/kota lainnya dan berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
“Rata-rata atlit pajat tebing yang mewakil Maluku itu berasal dari Kei, dan ini merupakan sebuah dorongan sehingga kami berupaya untuk membentuk FPTI disini agar menjadi pintu masuk anak-anak Kei disini dalam mengembangkan minat dan bakat olahraga panjat tebing,” tandasnya.
Dijelaskan Yamlean, di dalam AD-ART FPTI, ada beberapa kategori panjat tebing diantaranya pendidikan, pariwisata dan adventure.
Kategori pendidikan, sosialisasi yang diberikan yakni pendidikan dasar tentang safety (keamanan) pada saat panjat tebing.
Untuk kategori adventure, khusus untuk para komunitas pencinta alam, dimana mereka membuka tebing-tebing alam, mengingat di Malra banyak terdapat tebing-tebing alam yang nantinya akan dijadikan icon.
Sedangkan kategori panjat tebing pariwisata, akan dibuat dinding buatan di pusat keramaian lokasi wisata (di laut), dimana orang-orang dapat memanjat tebing pada dinding buatan tersebut.
“Kami sangat berharap agar Pemda Malra dapat memfasilitasi kami sebuah dinding panjat (wall climbing) sebagai salah satu sarana untuk pelatihan panjat tebing, sekaligus juga nantinya wall climbing itu akan dijadikan icon di daerah ini,” pungkasnya.


