Umat Lingkungan Karol Wojtyla Laksanakan Ziarah Rosario

Umat Lingkungan Karol Josef Wojtyla, Stasi Langgur, melaksanakan Ziarah Rosario di Langgur, Selasa (6/10).

Langgur, MalukuPost.com – Penghormatan khusus kepada Maria oleh Gereja Katolik dilaksanakan selama dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan Oktober.

Pada bulan Mei, kita menghormati Maria sebagai Bunda Allah sehingga disebut bulan Maria. Sedangkan bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan Rosario untuk mengenang kekuatan berdoa kepada Allah melalui Maria dengan sarana Rosario di tangan.

Umat Lingkungan Karol Josef Wojtyla, Stasi Langgur, dalam mengisi kegiatan kerohanian di bulan Oktober ini melaksanakan ziarah Rosario di Langgur, Selasa (6/10).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Pengurus dan Oang Muda Katolik (OMK) Lingkungan tersebut diikuti oleh umat yang terbagi dalam enam rukun.

Ketua lingkungan setempat, Leo Ohoira menjelaskan, kegiatan ziarah rosario untuk menghormati Bunda Maria tersebut merupakan tradisi dalam Gereja Katolik.

“Dalam bulan ini juga kita masih ada dalam suasana pandemi, namun kita para pengurus lingkungan bersepakat bahwa pandemi bukan berarti kita tidak bisa melakukan ziarah hari ini. Memang ada program dari lingkungan di akhir bulan Oktober ini untuk nanti melakukan ziarah di seluruh Goa Maria di daratan Kei Kecil,” ujarnya.

Ohoira mengatakan, ziarah rosario yang dilakukan tersebut khusus untuk lingkungan Karol Wojyla (melibatkan umat dari enam rukun), dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Berdasarkan rapat pengurus lingkungan serta mengadopsi semua instruksi dari Uskup melalui Wakil Uskup, maka setiap rumah yang menjadi tempat ibadah rosario itu wajib menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer serta umat yang mengikuti ibadah semuanya wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak sesuai protokol pemerintah,” tandasnya.

Ohoira mengungkapkan, terkait pelaksanaan ziarah tersebut, selaku ketua lingkungan, dirinya telah berkomunikasi dan berkoordinasi langsung dengan Pastor Paroki (sekaligus Wakil Uskup wilayah Kei Kecil) untuk melaporkan kegiatan ini.

“Beliau (Pastor Paroki) juga mendukung kegiatan ziarah oleh lingkungan kami ini. Meskipun tidak tidak sempat hadir karena beberapa kesibukan, namun beliau turut mendoakan pelaksanaan ziarah kami ini,” tandasnya.

Dijelaskan Ohoira, selain ziarah, di tiap-tiap rukun juga dilaksanakan ibadah rosario setiap malam sepanjang bulan Oktober, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Semoga ziarah dan doa umat lingkungan Karol Josef Wojtyla di bulan rosario ini, melalui Bunda Maria didengar dan dikabulkan oleh Tuhan,” pungkasnya.

Pos terkait