Ambon, MalukuPost.com – Direktur Parameter Konsultindo Research & Consultant, Edison Lapalelo menyatakan partisipasi pemilih pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ditemukan cukup tinggi yakni sebesar 73,93%, sedangkan rawan manipulasi data sebesar 39,77% dan rawan konflik sebesar 33,19.
“Survey yang kami lakukan tanggal 23-30 November 2020, menggunakan metode Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 1,200 sampel menggunakan instrumen Kuesioner dan wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin error sebesar 3%,” ujarnya di Ambon, Jumat (4/12/2020).
Menurut Lapalelo, segmentase masyarakat dalam memilih pasangan calon kepala daerah masih berdasarkan kesamaan etnis dan jazirah.
“Politik identitas sebagai alasan utama masyarakat menentukan pilihan di Pilkada Bursel karena kesamaan suku dan jazirah yakni sebesar 30,40 persen. Disusul kemudian kesamaan agama 20,63 persen serta kinerja, prestasi dan rekam jejak 16,20 persen, kesamaan ideologi politik 14,10 persen,” ujarnya di Ambon, Jumat (4/12).
Menurut Lapalelo, tingkat kepatuhan paslon dan tim sukses pada masa kampanye dan sosialiasi terhadap protokoler pada masa covid-19 sangat tinggi dimana sebesar 61,18 persen patuh, 21,91 persen tidak patuh dan tidak tahu sebesar 16,91 persen.
“Kami juga melakukan survey netralitas TNI/Polri ternyata ditemukan 85,77 persen responden yakin, 5,16 tidak yakin dan sebanyak 9,07 persen tidak tahu, sebaliknya sebanyak 64,72 persen responden tidak yakni adanya netralitas ASN, 24,59 persen yakin dan 10,69 persen tidak tahu” ungkapnya.
Dijelaskan Lapalelo, tingkat popularitas dan akseptabilitas paslon yang tertinggi diraih SMS GES (Safitri Malik Soulissa-Gerson Selsily) yakni sebesar 94,13 persen dan 70,92 persen, disusul pasangan Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB) sebesar 90,17 persen dan 68,40 persen dan pasangan Abdurahman Soulissa-Eliza Lesnussa (MANIS) sebesar 89,44 persen dan 70,27 persen.
“Untuk sebaran dukungan kecamatan, paslon MANIS diunggulkan dengan 3 kecamatan yakni kecamatan Waesama sebesar 39,97 persen, Kecamatan Leksula sebesar 45,17 persen dan kecamatan Fena Fafan sebesar 44,79 persen. disusul paslon AJAIB yang unggul di Kecamatan Ambalau (40,14%) dan Kapala Madan (47,26%) sedangkan SMS GES hanya di Kecamatan Namrole sebesar 34,12%,” bebernya.
Lapalelo menambahkan, elektabilitas paslon yang diunggulkan jika pilkada dilaksanakan saat ini maka sebanyak 34,09 persen responden memilih pasangan MANIS sebesar 34,09%, disusul SMS-GES sebesar 31,10% dan AJAIB 25,44% sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,37 persen.
“Dengan selisih 2% keungulan paslon MANIS, namun masih ada margin of error 3% maka keunggulan pasangan MANIS masih dapat terkoreksi dan posisi kemenangannya dapat digeser oleh paslon SMS-GES dan ajaib, apabila pasangan manis tidak konsisten dalam menjaga keunggulan di kecamatan yang ditemukan menang dan validasi data yang lemah oleh tim dengan kata lain bahwa peluang ketiga psangan calon terbuka untuk menang pada ahari H pada strategi masing-masing,”katanya.
“Menang atau kalah, rakyat yang berdaulat, oleh karena itu diharapkan semua pasangan calon tetap ikhtiar dan percaya bahwa jabatan bupati dan wakil bupati adalan anugerah Tuhan yang maha kuasa, kami menemukan, rakyat yang menentukan. Kami bisa keliru dan salah dalam melakukan surver dengan segala metodologinya tetapi kami tak ingin berbohong,” katanya menambahkan.


