Chillin But Killin, Pesona Batalion Speed Rapper Indonesia-Australia

  • Whatsapp
Empat rapper dalam satu karya Chillin But Killin Magarvegel (Ambon), Saint Yowzha (Ruteng), Fikar Cartman (Jakarta), OptiMystic Mc (Rockingham), silaturahmi dan kolaborasi internasional di bawah manajemen Jenderal Petruk. (foto crts jenderal petruk official)
Empat rapper dalam satu karya Chillin But Killin Magarvegel (Ambon), Saint Yowzha (Ruteng), Fikar Cartman (Jakarta), OptiMystic Mc (Rockingham), silaturahmi dan kolaborasi internasional di bawah manajemen Jenderal Petruk. (foto crts jenderal petruk official)

Laporan Rudi Fofid-Langgur

Malukupost.com – Padang pasir nan luas, rumput liar di sana-sini. Latar belakang langit biru. Seorang lelaki dengan lenso merah di pinggang, mencabut pedang dari sarungnya. Dengan pedang di tangan kanan dan botol minuman di tangan kiri, dia lantas mengoceh sepanjang durasi. Menarilah dia secara merdeka laksana elang gurun yang memperagakan gemulai kungfu.

Aksi pria tersebut bukanlah sebuah adegan film melainkan penampilan rapper Australia di kotanya Rockingham. Namanya Matt Campbell alias OptiMystic Mc. Aksi gurun tadi bisa disaksikan di klip lagu rap bertajuk Chillin But Killin yang baru dirilis dua hari lalu.

Rumah produksi musik progresif dengan akun youtube Jenderal Petruk Official memang baru saja meluncurkan lagu rap bertajuk Chillin But Killin, Rabu (17/2). Empat rapper dari empat kota di Indonesia dan Australia berkolaborasi. Hasilnya, sebuah kegilaan speed rap yang menyuguhkan pesona.

Keempat rapper beraksi dari kota masing-masing yakni Fikar Cartman alias Penikmat Soto di Jakarta, Saint Yowzha di Ruteng, OptiMystic Mc di Rockingham, Australia, dan Magarvegel di Ambon. Mereka ditopang penyanyi jebolan Indonesian Idol Revy Aipassa, juga dari Ambon.

Setelah dua hari dirilis, Chillin dan Killin mendapat respon positif. Penontonnya mencapai angka 27 ribu. Video reaksi sudah datang dari Vicar Alfayet, Mepa Kaskado Bakar, dan Wesayko Rap. Jumlah komentar pun hampir 500 kali.

“Jenderal pu batalion speed rap su keluar…kado valentine untuk lovers dan mimpi buruk untuk haters…Bravo JP,” tulis komentator bernama Adyatma.

Ada banyak kegilaan di balik karya baru ini, baik latar belakang para rapper, lirik, musik, proses produksi, maupun respon publik. Judulnya saja Chillin But Killin, sebuah pilihan gaul untuk Chilling But Killing, santai tetapi membunuh. Lirik-liriknya sangat tajam, sarkas, dan penuh pengukuhan eksistensial oleh para rapper. Bisa dimaklumi, para rapper berada dalam bayang-bayang sinis dari kalangan komunitas rap maupun masyarakat.

Magavegel yang dihubungi, mengaku sedang berada di Baubau, mabes Jenderal Petruk. Kepada Media Berita Maluku Post, Magavegel menjelaskan, chillin But Killin mengusung makna, kelompoknya berkesenian secara tenang, diam-diam, santai-santai tetapi merasa perlu memberi sinyal kepada pelaku-pelaku bragging nan angkuh.

“Inti pesan ada pada lirik, ‘katong bakar skena ni palang-palang, lantunan nada oldskool buat bergoyang, you can feelin when we chillin but we killin’. Artinya katong punya kolaborasi santai ala-ala musik oldschool groove 80’s. Meski santai namun isi rap itu padat nan apik,” ungkap Magarvegel.

Magarvegel menjelaskan, sudah lama menjalin relasi dengan rapper Australia Matt Campbell alias OptiMystic Mc yang punya pengalaman berkolaborasi dengan rapper-rapper dunia. Sedangkan Fikar Cartman si Penikmat Soto, disebut se-frekuensi atau sepemikiran.

“Bang Fikar itu rapper lama dengan skill sangat bagus. Liriknya tajam dan menggunakan teknik speedrap sama seperti beta juga. Dia pernah bergabung dalam komunitas hiphop terkenal di Indonesia yaitu Zero One yang kala itu sama-sama Young Lex Ampablasskev alias Kevin Uwuratuw. Selain itu, Bang Fikar punya banyak pengalaman di industri musik Indonesia. Pernah berkolaborasi dengan beberapa artis/band ternama seperti Wulan Jameela, Saint Loco, dan artis lain,” jelas Magarvegel.

Tentang Saint Yowzha, Magarvegel ungkapkan, rapper asal Manggarai yang berdomisili di Ruteng, NTT, adalah teman berbagi sesama speed rapper.

“Sejak lama dia memiliki lirik dan teknik speed rap di atas rata-rata dan punya pengalaman banyak dengan grup rap ternama di Indonesia yaitu Mukarakat. Sekarang dia punya jalan karir solo dan bergabung di Jenderal Petruk,” papar Magarvegel.

Selain keempat rapper, ada Revy Aipassa pada bagian reffrein. Menurut Magarvegel, setelah menulis lirik reffrein, dia mencari orang yang cocok dan unik dengan nada ala-ala RnB 90’s tetapi dengan karakter vokal serak, supaya pas dengan tujuan lagu.

“Sudah ada empat rapper dengan karakter ‘killin’ jadi beta rasa harus ada pendingin di dalam lagu biar bisa lebih cooling down dan lebih bisa sampaikan makna ‘chillin’ itu,” paparnya.

Soal pedang yang jadi salah satu aksesori dalam klip ini, Magarvegel paparkan, parang memang senjata tajam namun menggambarkan lirik dan karakter flow setajam parang. Sedangkan untuk OptiMystic, dia mengikuti konsep lirik yang dia sebut “Sword swinging word smith spits for my demonstrators”.

“OptiMystic bilang, kata-kata pandai besi mengayunkan pedang untuk para demonstrators bermakna kami empat rapper. Dari dulu dia senang kungfu atau gaya Asian yang condong Jepang. Jadi, di videonya dia padukan gaya kulit Hiphop seperti champagne dengan style pedang dan hoodie yang ala-ala Jepang,” jelas Magarvegel.

Magarvegel merasa puas melihat hasil akhir sebab setelah beberapa bulan proses pengerjaan dari record, sampe syuting video bisa berjalan dengan lancar walau harus saling kirim data vokal dan video dari Jakarta, Flores dan Australia tetapi hasil akhirnya tidak mengecewakan. Dia menyebut kolaborasi interlokal skaligus internasional ini sungguh berharga sebab sebelumnya projek seperti ini hanya sebatas lokal Maluku.

Chillin But Killin dikerjakan melalui proses panjang, dari audio sampai video melibatkan tangan-tangan kreatif. Musiknya dikerjakan Minggus Masbaitubun alias Maddog Beat, mixing mastering oleh Iqbal Wattiheluw alias ELBooz Musica dan video diedit oleh Ray Aksan alias Ryght Entertainment. Ray Aksan baru saja meraih prestasi setelah video hasil garapannya bersama Treyovy di Jogjakarta mendapat Chart di Billboard Indonesia.

Performa Magarvegel dkk dengan Chillin But Killin membuat dunia speed rap di tanah air makin menjadi-jadi. Indonesia makin berwarna sehingga barisan speed rapper tambah panjang, selain yang sudah dikenal dari Timur Sony Blvck, Ghifary Abilang, Rhosy Snap, Brayen Mc, sampai ke Krimaryos Rumadjak, tak lupa Wizzow dan Kang Dule di wilayah barat.

Selain merasa bersyukur atas dukungan Ambon Music Office, secara khusus, Magarvegel menyampaikan apresiasi tinggi kepada Jenderal Petruk dan manajemennya yang menangani Chillin But Killin. Menurut dia, semula projek ini dikerjakan dengan semangat kolaborasi yang mandiri, tujuannya bisa silaturahmi antar sesama rapper. Akan tetapi ketika masuk ke manajemen Jenderal Petruk, urusan pendanaan dari audio, video, akomodasi, dan semua yang terkait itu, langsung ditangani manajemen Jenderal Petruk.

“Terima kasih banyak Jenderal Petruk dan saudara-saudaraku di JP yang sudah mengajak saya di project keren antar benua ini. Semoga bisa bertemu lagi di project-project positive vibes lainnya,” tulis Penikmat Soto Fikar Cartman dari Pamulang Jakarta. (Malukupost.com/foto crts JPO).

LIRIK CHILLIN BUT KILLIN”

Chorus (Revy Aipassa)

We gotta blowin’ up all the shit thru tha beat
Collabo Jakarta, Flores, Aussy and city of Music
Let’s move it with some groovies
Katong bakar skena ni palang-palang
Lantunan nada oldschool buat bergoyang
Ya can feelin’ when we chillin but we killin

Verse 1 (Magarvegel)

Stiggedy-Straight outta city of music
I’m Nunusaku Melanesian-Austronesian from tha North Pasific
Saparuan Hero, from tha zero spiggedy-spit
tha lyrical mystic tha-supa-tha-Cali-tha-fraja-tha-listic
Deadly combination with ma homie OptiMystic.
Yass flownametry cuz inspired by mista Chip-Fu,
Kickin and hittin supa flows with Asian styles just like a kung Fu.
Ma secret techniques like Shinobi has genjutsu,
Tumpah da-dari struggle itu sudah da-dari dulu.
Mana? yang suka copy teknik diggedy?
Faya-fagaiya figgedy fuck piggedy-piggedy-piggedy – pigi di got sana!
Karna ciri khas dengan karakter dalam verse dorang tau Magarvegel yang mana
Tak perlu naik tinggi ke langit sbab ku masih nyaman menjadi penguasa tanah!
(Toma Homie Syndicate!)
We gonna Killin with tha Chillin
ya can feelin’ when we bittin u can’t beatin (slowly)
And then tha speedom we’ve spittin’ we gon shinin’ ya can flyin’ (surelly)
Jadi anggap saja ku sedang berpidato dengan kecepatan lidah yang bahkan
Melampaui segala omong kosong politikal presiden
bagaikan mulut yang penuh racun sianida
namun lirikal ini secepat pedang macam ninja
memotong orasi tinja dari sekumpulan bocah-bocah yang berbisa
tapi hanya bisa menulis lirik lagu anak senja.

Verse 2 (Saint Yowzha)
ni Mista topi merah testarosa dengan prosa-prosa oplosan…
Bawa racikan sajak yang memabukkan tak bosan-bosan kroposkan…
Sosok yang, bercakap laksana duduki langit..
Tersambar petir, merebah sakit…
Lalu ingin membakar langit walau tak mampu lagi bangkit…
(Jangan mulai berlayar jika tidak siap melihat badai balikkan sampan..
Samudera prosa ini mampu tenggelamkan jiwa yang rapuh
namun angkuh tanpa satu helai kafan…)
Percuma cakap raja di rima…
(Hangus terpangang di rimba nista..)
Bertamu bawa kepal tangan,
aku diam hidangkan saja kencing kuning dan tinja…
(Ill skill ni terpilin…
We chillin’ but we killin…)
Kuartet prosa ni bikin pening.. Percuma tiran telan aspirin..
(Bila otak dan hati tak cukup kuat cerna sajak satir yang hadir,
pulang saja ke rumah gantung diri
nanti mayat ku tabur maryjane dan makam ku siram abidin…)
Ku tlah kebal… teror bebal…
Tenang hadapi tiap insan yang bengal…
Sajak begal…Hantam cekal…
Tiran panik nafas pun tersengal…
(Tak ada salah jika bilang saja kalau tlah pegal
Tuk bawa prosa siap penggal,,, bila sebal terima rima ilegal,
balas sajak prosa bukan bawa tangan terkepal..)

Verse 3 (Fikar Cartman / Penikmat Soto)
Tembakkan rima taipan matikan mc obral fancy.
Dorang sensi ketika flowku bikin nagih koka,pepsi.
Ku lancarkan serangan tanpa main aman,kontrasepsi.
Melangkah jadi all star dan raih segala dope atensi.
Hantam rapper yang ngaku jenius
tapi skillnya lembek anak ingus, otak sinus
Mereka teriak liriknya sakit, virus
tapi kenapa prestasinya kena infus? Ini serius !
Saatnya ku jatuhkan para bintang, serius
Ku tampil membius, morfin di semua radius
Jangan panas karena derajatku lebih tinggi darimu, celcius.
Luruskan jalan zigi zaga,
pikiran pendek tiki taka, bakar visi sampah
Hentikan misi drama, arisan biggie daga !
Bersihkan cara kotor, piggy baka
Diamkan jiggy raga, cepat pigi sana dari ini laga.
Karena ku kan habisi ambisi gaga
dan bunuh para muka dua,gemini saga.
Kolaborasi lirikal pembunuh,
ed gein siap hancurkan setiap mainstage
Selalu maintain kosa-kata pintar einstein
merasuk ke dalam main brain
Kita bantai, flush all the haters dengan santai
Jangan ngomong ketinggian,
sebab karir kalian kita buat turun melandai

Verse 4 (OptiMystic Mc)

Selamat malam !!
I kick that shit like Van Damme,
Flickin’ my tongue to the beat of the drum,
Lickin’ off shots & hit ‘em wid da Dum- Dum !!
Pa-rappa pum pum, Pa-rappa pum pum, pum pum pum pum…
I rock dat riddim wen im spittin like a dragon !! So watch out !!
We down for chillin, killin, gettin’ wicked,
Underground Hip-Hop we livin, blazin Spliffs & gettin’ lifting,
It’s the feelin that we’re given every energy is different,
OptiMystic get magnificent wid Indo representatives!!
The Freak of Nature comin outta Australasia,
Sterilise ya stereo coz im a worldwide motivator,
Sword swinging word smith spits for my demonstrators,
Demonstrating love we be those heroes for commemorates!!
So celebrate the good times, mad rhymes,
dope beats that are guaranteed to blow ya mind!!
Coz we be bringing the world together
Doing it in the name of Hip-Hop,
The lyrical linguistic mystic just rocked your spot !!!!

Pos terkait