Pemkab Dukung Pembentukan FGII di Kepulauan Tanimbar

  • Whatsapp

Saumlaki, Malukupost.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendukung pembentukan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) di wilayah itu.

Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat Herman Yoseph Lerebulan menyatakan, pihaknya telah menandatangani noktah kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan FGII sebagai bentuk dukungan atas kehadiran organisasi profesi guru ini di wilayah itu.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Saumlaki, 17 Februari 2021.

“Sebelumnya saya sudah komunikasi dengan ketua umum DPP FGII ibu Tety Sulastry Lokollo, jadi ini satu penghargaan bahwa kita harus banyak buka mitra dan relasi. Jangan kita anggap pintar. Kita harus adopsi pengetahuan dan teknologi dari luar untuk membantu kita,” ujarnya di Saumlaki, Senin (8/3/2021).

Herman berterima kasih kepada FGII yang sudah melahirkan sejarah baru yakni membuka cabang di wilayah kepulauan Tanimbar. Dan menyatakan kehadiran FGII akan membantu menggerakkan perubahan dan menjadi organisasi penggerak pendidikan di wilayah itu.

“Selama ini sudah ada beberapa MoU yang kita buat yaitu “sekolah jenius” di Jakarta, Universitas Terbuka untuk para guru bisa cepat peroleh sertifikasi, dan juga Indonesia Mengajar,” bebernya.

Herman menambahkan, di Tanimbar hingga kini sudah ada organisasi penggerak yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), namun komunikasi selama ini belum terlalu lancar.

“PGRI ini hanya sebatas merayakan ulang tahun saja, tapi untuk kegiatan-kegiatan yang memberikan motivasi kepada guru-guru belum jalan,” tandasnya.

Terpisah, Astuty Dwiwahyuni, Ketua DPC FGII kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan berdasarkan pengalaman 5 tahun terakhir FGII mendampingi dan terlibat kerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreatififas dan Budaya dalam kegiatan pelatihan Sekolah Ramah Anak.

“Dengan mengimplementasikan praktek baik disiplin positif pada satuan pendidikan menuju Sekolah Ramah Anak, maka sebagai organisasi guru FGII tergerak untuk mengambil peran membantu Pemerintah dalam menyukseskan program Merdeka Belajar,” katanya.

“Konsep yang akan kami usulkan adalah program pelatihan Kepala Sekolah dan guru Penggerak adalah memperkuat sekolah-sekolah, Kepala Sekolah, guru yang pernah mendapatkan pelatihan Sekolah Ramah Anak dan mendeklarasikan sekolah Ramah Anak,” katanya lagi.

Menurut Astuty , untuk memperoleh kepala sekolah dan guru penggerak yang dapat melakukan perubahan maka FGII memiliki konsep yang diusulkan melalui pelatihan yang kreatif dan inovatif dengan pembekalan materi yang yang dapat memotivasi para kepala sekolah dan guru untuk menjadi kepala sekolah penggerak dan guru penggerak.

“Selanjutnya, untuk mempermudah koordinasi di daerah/wilayah sasaran maka kami menentukan sekolah yang sebagian besar kepala sekolahnya berstatus anggota FPII dengan mempertimbangkan wilayah 3T sebagai pilihan utama,” pungkasnya.

Pos terkait