“Bupati-Wali Kota, Tengoklah Ukulele Evav!”

  • Whatsapp
Musisi Nicho Tulalessy dan Harry Leiwakabessy (foto dok nicho)
Musisi Nicho Tulalessy dan Harry Leiwakabessy (foto dok nicho)

Laporan Rudi Fofid & Geraldo Leisubun-Tual

Malukupost.com – Musik ukulele makin menggetarkan di Tanah Evav. Minat anak-anak dan remaja makin tinggi. Tiga komunitas ukulele pun semakin berkembang.

Di Langgur, Julia Manufury mendirikan dan membina dua komunitas yakni Tibe One Ukulele dan Kei Island Ukulele. Di Tual, ada Yani Pattinasarany membina Tual Ukulele Lovers Community.

Di Tual ada 111 anak dan remaja yang serius bermain ukulele namun mereka hanya punya 30-an alat musik ukulele. Tulalessy berjanji ikut carikan donasi ukelele, tetapi dia berharap bupati dan walikota mau membantu, demi kemajuan musik ukulele di Tanah Evav.

“Semoga Wali Kota Tual dan Bupati Maluku Tenggara mau melihat tiga komunitas ukulele di tanah Evav,” papar Tulalessy yang dihubungi Media Berita Maluku Post, Minggu (18/4).

Tulalessy yakin, bila pemerintah melalui dinas pariwisata dan kebudayaan memfasilitasi komunitas ukulele, komunitas akan semakin mendukung pariwisata dan kebudayaan, terutama sikap dan mental anak-anak Evav.

Dia mengapresiasi musisi Evav yang tekun merawat musik ukulele. Tulalessy pun memuji orang-orang tua karena merelakan anaknya belajar dan bermain ukulele.

Tulalessy yakin, dukungan pemerintah dan masyarakat sanggup membuat musik ukulele makin bersinar. Dia menyentil Tual Ukulele Lovers Community, Tibe One Ukulele, dan Kei Islands Ukulele yang secara mandiri sudah bergerak dan mengalami banyak kemajuan.

“Beta sudah ke Kei, melihat langsung semangat anak-anak dan remaja yang dibimbing dengan sabar oleh para pelatih,” kata sang pendiri dan pemimpin Amboina Ukulele Kids Community (AUKC).

Tulalessy menjelaskan, kendati punya kesibukan pekerjaan di Ambon, dia tetap menyediakan waktu ke Banda dan Kei. Semua itu dilakukan demi kebahagiaan anak-anak di Banda dan Kei.

“Mereka bahagia karena main ukulele karena mereka suka. Beta harap, ukulele di Kei bisa menginspirasi lebih banyak anak,” ungkap Tulalessy.

Setelah ukulele mengalami perkembangan positif di Ambon, Banda, Tual, dan Langgur, menurut Tulalessy, dirinya bersama musisi Rio Efruan akan menggalang donasi Ukulele untuk anak-anak di Pulau Nusalaut, khusus Negeri Titawai. Dengan begitu, ukulele makin banyak dipetik di Maluku.

EKSTRAKURIKULER

Musisi Rio Efruan yang juga menjadi pelatih ukulele di AUKC mengusulkan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan kota Tual kiranya memasukkan musik tradisi sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Jadi, bisa dibuat untuk anak-anak berupa ukulele go to school,” papar Rio.

Selain itu, Rio juga mengusulkan pengembangan alat musik ukulele tempurung yang sudah lama dimainkan orang-orang Kei sejak masa lalu.

“Ukulele tempurung dengan tali bagus, dapat terus dikembangkan menjadi ukulele tempurung yang baik,” kata Rio. (malukupost.com)

Pos terkait