Ambon, MalukuPost.com – Dari hasil intensifikasi pengawasan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap bahan pangan dan takjil yang dijual selama bulan puasa di sejumlah lokasi di kota Ambon, daerah batu merah, Masjid Al-fatah maupun Waiheru steril dan tidak mengandung zat berbahaya seperti merkuri atau aman.
Kepala BPOM Ambon, Hariani di Ambon, Senin (10/05/2021) menyatakan dari beberapa lokasi pengawasan yang dilakukan pihaknya tidak ditemukan adanya bahan yang mengandung zat berbahaya, hanya saja ada beberapa sirup, es buah yang dijual masih mengandung bakteri escherichia coli (E. coli).
“Kami terus membangun koordinasi dengan Dinas Kesehatan kota Ambon untuk intensifkan sosialisasi dan edukasi terkait higiene makanan siap saji, sampai ke Izin Produksi Rumah Tangga (IPRT), mulai dari cara pengolahan, penyajian bahkan lingkungan sekitar. Karena kebanyakan penjual Takjil merupakan pedagang dadakan, bahkan ada yang baru menekuni usaha ini,” katanya.
“Sebenarnya E. Coli mati di suhu 70 derajat dan ketika air di masak maksimal maka E. Coli itu sudah mati, ketika sirup dibuat dengan air masak maka kita yakin e coli tidak ada lagi dalam minuman tersebut, tetapi dalam menyajikan wadah digunakan seperti apa, cara menyajikan bisa juga terserap E. coli,”katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon Wendy Pelupessy bersyukur dalam bulan puasa tahun 2021, Takjil yang dijual tidak mengandung zat berbahaya berdasarkan uji petik pada beberapa lokasi.
“Alhamdulilah semua makan tajil yang disajikan semua tidak mengandung zat berbahaya,”ungkapnya.
Pelupessy katakan, namun dari hasil pengawasan BPOM ada beberapa sirup dan es buah yang dijual mengandung bakteri E. Koli, dampak terbesar adalah diare. Menindalanjuti hal dimaskud, pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada pedagang-pedagang tersebut dalam hal kebersihan dalam penyajian.
“Mungkin air yang digunakan sudah melalui tahapan semestinya, tetapi tempat atau wadah yang digunakan masih perlu dijaga higiene dan kebersihannya. Kita sudah memberikan pemahaman kepada penyaji dalam mengolah makanan, sehingga higiene, kebersihannnya bisa lebih ditingkatkan lagi,”pungkasnya.


