KPID Maluku Pastikan Ijin Radio Harmoni IAIN Bakal Dicabut

  • Whatsapp

Malawat: 1 Agustus Radio Harmoni Kembali “On Air

Ambon, MalukuPost.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Maluku (KPID) Maluku memastikan bakal mencabut ijin Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) Radio Harmoni di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon jika pada awal bulan Agustus mendatang tidak kembali menyiar.

Ketua KPID Maluku, Mutiara Dara Utama saat KPID melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Laboratorium LPK Radio Harmoni, IAIN Ambon, Kamis,(22/7) menyatakan Radio tersebut sudah 3 tahun tidak menyiar (Off Air).

“KPID Maluku pada awal tahun 2021, telah melayangkan Surat Peringatan (SP) pertama hingga kedua kali,” ujarnya sebagaimana dikutip dari akun resmi facebook KPID Maluku.

Dijelaskan Mutiara, pihaknya menyayangkan selama bertahun-tahun LPK Radio Harmoni tidak memanfaatkan ijin bahkan frekuensi yang diberikan untuk kepentingan mahasiswa juga kampus secara luas. Dengan demikian, pihaknya telah memberikan waktu hingga awal Agustus mendatang.

“Jika pada saatnya tidak menyiar, maka resikonya adalah ijin dicabut. Itu sudah menjadi komitmen dan secara tertulis sudah tertera dalam naskah berita acara yang akan kita serahkan kepada pihak kampus juga Loka Monitor,” katanya.

“Sehingga kita akan tunggu sampai tanggal 1 Agustus. Kalau sampai tanggal 1 Agustus belum juga menyiar, maka jangan tanyakan lagi. Sudah pasti kita cabut ijin LPK Radio Harmoni IAIN,”katanya menambahkan.

Menyikapi hal itu, Kepala Laboratorium LPK Radio Harmoni IAIN), Dr. Mahdi Malawat, memastikan, LPK Radio Harmoni akan kembali menyiar awal Agustus mendatang

“Kami pastikan tanggal 1 Agustus, LPK Radio Harmoni IAIN Ambon kembali menyiar (On Air),” tegasnya dihadapan tujuh Komisioner KPID Maluku dan Loka Monitoring Ambon pada saat Monev sekaligus Verifikasi Faktual di LPK tersebut.

Malawat katakan, pihaknya meminta maaf, karena terhitung sejak 2019 hingga tahun 2021, Radio milik kampus hijau tersebut tidak menyiar akibat kerusakan peralatan pendukung pada tahun 2019.

“Memang peralatan yang rusak sudah diatasi bahkan 90 persen peralatannya sudah terpasang. Yang belum dipasang adalah antena karena pertimbangan cuaca akhir-akhir ini. Takutnya ketika dipasang malah kembali rusak lagi. Tapi akan kita upayakan supaya di tanggal 1 Agustus sudah menyiar lagi,”pungkasnya.

Pos terkait