DPRD Ambon Desak Pertamina Berikan Data Kuota BBM

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafry Taihuttu

Ambon, MalukuPost.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafry Taihuttu meminta Pertamina segera memberikan data base kuota pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 2021 kepada Pemerintah Kota Ambon. Hal itu dikarenakan Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), hanya memiliki data terakhir yang diberikan oleh Pertamina per 2016, dan sampai saat ini data tersebut tidak pernah lagi diserahkan ke pemerintah.

“Komisi kan minta ke Pertamina, karena pertamina, yang punya kewenangan untuk menyampaikan data-data secara eksternal, itu ada pada pimpinan Pertamina yang ada di Jayapura. Nanti mereka koordinasi dengan pimpinan di Jayapura, lalu data itu akan diberikan ke Pemerintah dan DPRD Kota Ambon,”ungkapnya di Ambon, Senin (23/08/2021).

Taihuttu menandaskan, data yang diberikan oleh Pertamina ke Pemda Kota Ambon itu hanya per tahun 2016. Itu artinya, ada data yang secara sadar maupun tidak sadar diberikan ke Pemerintah kota Ambon.

“Data itu harus diberikan karena keputusan rapat kuota bersubsidi dan non subsidi yang diberikan ke kota Ambon itu kan kita harus tahu. Ambil contoh begini, misalnya saya ke Piru lalu beli bensin disana. tapi mereka katakan bensin habis, belum masuk dari Ambon. Itu sama juga dengan di Maluku Tengah dan lain lain,” katanya.

“Jangan sampai ada perilaku spekulan di Ambon yang mengambil minyak di Kota Ambon lalu didistribusi atau dijual ke pulau Seram, entah itu ke kabupaten Maluku Tengah, SBB atau SBT. Pertanyaannya, alokasi untuk SBB, SBT dan Maluku Tengah itu kemana,” katanya lagi.

Taihuttu menambahkan, pihaknya mesti mengunakan data agar bisa mengawasi secara baik. Hal itu disebabkan jumlah kuota BBM dan realisasinya harus berbanding lurus dengan penerimaan Pemda kota Ambon, lewat dana bagi hasil pajak BBM antara Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Bagaimana mungkin kita mendapatkan bagi hasil pajak dari provinsi, tanpa mengetahui rumus pembagiannya, tiba tiba dapat saja. Minimal data itu kita harus tahu agar kita dapat menghitungnya,”pungkasnya.

Pos terkait