Ini Tujuan DPRD Buton Selatan Kunker Ke DPRD Kota Ambon

  • Whatsapp
Anggota DPRD Buton Selatan berfoto bersama Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon

Ambon, MalukuPost.com – Komisi II DPRD Kota Ambon menyambut baik kunjungan kerja (Kunker) dari rombongan DPRD Kabupaten Buton Selatan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Pomili Womal, di ruang sidang utama Baileo Rakyat Belakang Soya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Ary Sahertian menyatakan maksud kedatangan DPRD Kabupaten Buton Selatan adalah ingin mencari tahu cara pengembangan dan pembinaan nelayan di Kota Ambon.

“Kedatangan saudara-saudara dari DPRD Buton Selatan itu terkait dengan perikanan, dan tukar pikiran soal konsekwensi serta regulasi yang terjadi bagi kita,” ungkapnya di Ambon, Selasa (24/08/2021).

Menurut Sahertian, kewenangan Kota/Kabupaten memiliki batasan dan akibat dari batas-batas kewenangan itulah maka Kota/Kabupaten cuma bisa memproduksi alat tangkap 3 juta kebawah, sementara Kota Ambon, bahkan Buton Selatan ini juga dikelilingi oleh lautan, dan seluruh konsekuensi dari saudara-saudara di Buton Selatan adalah, pendapatan terbesarnya ada di Perikanan.

“Kota Ambon ini dikelilingi oleh lautan, tapi batas kewenangan kita hanya ada pada pesisir. Dan oleh karena itu, kita mesti duduk bersama, baik pemerintah provinsi, dan kota/kabupaten melihat konsekuensi dan regulasi,” katanya.

“Hal itu, kalau tidak terbatas sudah kewenangan para nelayan kita, dan hal-hal yang mesti diberikan kepada masyarakat ini terbatas, kalau diberikan bantuan alat tangkap yang kecil, pada musim timur dia tidak akan bisa berproses pada luar kota Ambon karena memang gelombang yang sangat besar,” katanya lagi.

Dijelaskan Sahertian, dengan demikian keputusan pemerintah pusat dan provinsi untuk menjadikan Lumbung Ikan Nasional (LIN) akan menjadi primadona seluruh kota/kabupaten yang ada di Maluku. Untuk itu, 11 kota/kabupaten mesti bersama meningkatkan semangat berjuang untuk hal yang ditetapkan pemerintah yakni LIN.

“Kalau kita sudah ditetapkan sebagai LIN, padahal kita sendiri masyarakat kota Ambon, dan seluruh kabupaten/kota ini tidak bisa menikmati hasilnya dengan baik, itu berarti tidak benar. Karena itu ada konsekuensu pemerintah Provinsi nantinya akan ditransfer ke seluruh kota/kabupaten,” bebernya.

Sahertian mengajak seluruh masyarakat Maluku, terkhususnya kota Ambon untuk bersemangat dalam peningkatan perikanan.

“Semangat dalam arti bahwa, perikanan mesti ditingkatkan, sehingga betul LIN itu bisa terjawab. Dan jangan sampai kemudian kita cuma ditetapkan sebagai LIN padahal masyarakat kota Ambon (khusus) tidak bisa menikmati hasilnya dengan baik. Semoga proses ini bisa di nikmati oleh masyarakat,”pungkasnya.

Pos terkait