Sekolah di Ambon Masih Belajar Online, Ini Penjelasan Wali Kota

  • Whatsapp
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy

Ambon, MalukuPost.com – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan sektor pendidikan sementara masih tetap dibatasi dengan tetap belajar online,

“Sampai dengan saat ini sekitar 10,1 persen atau 3.369 siswa yang baru ikut divaksin. Jadi sektor pendidikan masih ada pembatasan, karena belum semua anak usia sekolah khususnya umur 12 tahun ke atas belum divaksin untuk itu kita batasi,” ungkapnya di Ambon, Selasa (24/08/2021).

Louhenapessy katakan, ada kaitan dengan kebijakan tersebut sesuai arahan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat (Pempus), sebab Pemerintah Kota Ambon tentunya akan tetap melakukan evaluasi terhadap dinamika perkembangan penyebaran Covid-19.

“Yang salah satunya akan melakukan kroscek angka kualitatif kasus terkonfirmasi dengan pihak Pemerintah Desa maupun Negri dan Kelurahan. Apakah angka kualitatif sesuai dengan kondisi ril yang ada dilapangan ataukah tidak,”ungkapnya.

Dijelaskan Louhenapessy, ada juga terkait zonasi sehingga angka kualitatif kasus terkonfirmasi akan di kroscek langsung di lapangan, yakni pimpinan negeri, desa dan termasuk kelurahan. Sementara dengan perkembangan vaksinasi di Kota Ambon, dimana jumlah masyarakat sendiri yang sudah tervaksin berjumlah mencapai 15 persen artinya 24.841 orang.

“Usia remaja dan pemuda masih ada pada angka 10,1 persen atau 3, 369. Untuk memenuhi target Pemerintah Pusat bahwa Desember 2021 adalah batas melakukan vaksinasi, maka pada tanggal 27 Agustus 2021 pemerintah Kota Ambon bakal menggelar kegiatan selebrasi vaksinasi massal di dua lokasi yang berbeda, yakni Lapangan Merdeka Pattimura Park dan Tribun,” katanya.

“Selebrasi vaksin masal ini juga direncanakan akan dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT Kota Ambon ke 446, dimana target selebrasi vaksinasi adalah sebanyak 4460 peserta. Untuk itu Kita berharap vaksinasi yang akan dilaksanakan di tiga titik ini bisa dapat dicapai sesuai target yang ada,” katanya menambahkan.

Pos terkait