Djalaludin: Bapenda Maluku Terus Berinovasi Upaya Tingkatkan Pendapatan Pajak Daerah

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy
Kepala Bapenda Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy

Ambon, MalukuPost.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Maluku, Djalaludin Salampessy menyatakan, pihaknya terus berinovasi sebagai langkah terobosan Organisasi Perangkat daerah (OPD) tersebut dalam upaya meningkatkan pendapatan pajak daerah.

“Sebagai contoh, BAPENDA bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku untuk meningkatkan hasil pajak berupa pengetatan swiping kendaraan bermotor,” ujarnya di Ambon, Minggu (28/11/2021).

Dijelaskan Djalaludin, BAPENDA juga membuka ruang dalam memudahkan pelayanan bagi masyarakat dalam mengurus surat-surat kendaraan bermotor tanpa harus mendatangi kantor Samsat di pusat Kota Ambon. Selain itu pihaknya bersama Ditlantas Polda Maluku telah menempatkan satu kantor Samsat di pusat perbelanjaan Ambon City Centre (ACC) di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Langkah ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan manajemen ACC sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan di tempat yang lebih dekat di sekitar kawasan itu,” katanya.

“Kami juga meningkatkan pelayanan UPTD di setiap kabupaten dan kota, sehingga diyakini dengan antusias kendaraan masyarakat yang ada serta pengetatan di lapangan, maka mereka akan sadar untuk bisa membayar pajak,” katanya lagi.

Menurut Djalaludin, upaya inovasi yang dilakukan seperti itu diharapkan target pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor bisa mengalami peningkatan sekitar 2,5 persen.

“Namanya juga persentase, dan kalau bicara target, maka harus kita bandingkan dengan tahun kemarin. Sedangkan, saat ini belum final karena harus berakhir pada triwulan IV dan bila sudah selesai seluruh rekonsiliasi datanya baru bisa diketahui,” ungkapnya.

Djalaludin menambahkan, secara umum, pendapatan daerah Maluku tahun anggaran 2021 ditargetkan sebesar Rp3,2 triliun dan yang baru terealisasi hingga pertengahan 2021 sebesar Rp1,11 triliun.

“Untuk pendapatan asli daerah (PAD) Rp533,3 juta dan yang baru terealisasi hingga pertengahan 2021 Rp253,5 juta, pendapatan pajak daerah Rp355,9 juta dan sudah terealisasi 181,4 juta, sementara retribusi daerah Rp92,6 juta dan baru terealisasi Rp21,9 juta pada Juni 2021,” bebernya.

Pos terkait