Ini Arahan Panglima TNI Saat Meninjau Vaksinasi Massal di Ambon

  • Whatsapp
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa bersama Ibu Hettty Perkasa didampingi Kapolda Maluku dan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Ambon. (foto dok MCAMBON)

Ambon, MalukuPost.com – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan dirinya bersama seluruh jajaran bekerjasama untuk mengejar capaian vaksinasi di Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang agregatnya baru mendekati 50 persen.

“Kita berusaha semaksimal mungkin, tetapi sebetulnya rendahnya capaian vaksinasi lebih banyak ditunjang ketidakmerataan di pulau–pulau kecil. Oleh sebab itu kita kejar target yang diberikan pemerintah tapi juga yang penting kita tahu prioritas yang resikonya lebih tinggi,” ungkapnya usai meninjau secara langsung pelaksanaan Percepatan Serbuan Vaksinasi Massal Covid-19 yang dilaksanakan TNI/Polri bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon di Tribun lapangan Merdeka, Kamis (09/12/2021).

Menurut Panglima, kelompok prioritas vaksin bukan hanya lanjut usia (lansia), dan anak-anak, namun juga mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

“Varian yang terbaru yaitu Omicorn memang menyerang anak-anak walaupun disini belum masuk, tapi kalau (anak – anak ikut vaksinasi) dikawal oleh guru- guru, berarti digerakan oleh Wali kota, dan itu bagus sekali. Tadi saya ketemu dengan begitu banyak anak sekolah usia 12 keatas dan itu banyak sekali jumlahnya,”bebernya.

Dijelaskan Panglima, dalam terminologi umur, kelompok lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun keatas, namun pada kenyataannya banyak warga usia 40 tahun yang telah memiliki penyakit bawaan atau komorbid, dan beresiko besar bila terpapar Covid-19. Terhadap kelompok ini, dirinya memerintahkan agar juga menjadi prioritas.

“Dalam hal ini kita fleksibel saja, vaksinator semua sudah sepakat, yang penting mereka beresiko lebih besar, kemungkinan karena usianya, punya komorbid yang nantinya akan memperburuk kalau terinfeksi lebih cepat parah, Itu yang jadi prioritas kita,”tandasnya.

Panglima Jenderal Andika Perkasa mengimbau agar vaksinasi booster atau dosis ketiga diberikan kepada masyarakat umum, untuk lebih meningkatkan antibody apabila stok vaksin mencukupi.

“Kalau masyarakat sudah datang dan menginginkan, serta kebetulan stok vaksin cukup kenapa tidak. Jadi dari pada vaksin itu expired dan terbuang tidak apa-apa, toh ini kita gunakan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan adanya vaksin dosis ketiga ini pasti meningkatkan antibody terhadap covid,”pungkasnya.

Pos terkait