Langgur, MalukuPost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun mengatakan, organisasi Dharma Wanita adalah salah satu organiasasi yang kaya akan pengalaman, menjadi saksi sejarah maju dan mundurnya, pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Indonesia, baik di pusat maupun di daerah.
Hal tersebut disampaikannya pada perayaan Hari Ulang Tahun Dharmaa Wanita Persatuan ke-22 Tahun 2021 di Langgur, Selasa (14/12).
Organisasi Dharma Wanita yang berdiri sejak tahun 1974, telah memperbarui cara pandang, cara tindak dan sistem organisasi, sejak tahun 1999, menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Perubahan mendasar organisasi ini adalah bentuk adaptasi yang ideal, terhadap perubahan lingkungan yang terjadi.
Bupati Hanubun menjelaskan, sudah sepantasnya suatu organisasi untuk terus memperbarui diri beserta cara pandangnya. Apapun itu, organisasi hidup dan tumbuh di tengah lingkungan yang terus mengalami perubahan.
“Hari ini Kita bisa melihat Dharma Wanita Persatuan yang semakin modern, semakin dinamis, mandiri dan demokratis. Model pengembangan organisasi sudah harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Organisasi yang tidak memperbarui diri, niscaya pasti akan tertinggal,” ungkap Bupati.
Demikian halnya dengan model pelayanan publik yang dilakukan, saat ini tidak bisa bertahan dengan cara-cara lama, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pola pikir, perilaku dan cara pandang masyarakat juga berkembang dari waktu ke waktu.
Untuk itu, pelayanan yang disediakan juga harus benar-benar teraktual, mutakhir dan memenuhi ekspektasi publik, yang sudah terbentuk dari informasi yang diterima.
“Momentum hari ulang tahun Dharma Wanita yang Kita peringati hari ini, harus menjadi sarana bersama untuk belajar,” ujarnya.
Menurutnya, dalam kondisi yang serba tidak menentu saat ini, harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang baik, khususnya dalam hal penanganan Covid-19, penanganan dampak kesehatan, maupun pemulihan ekonomi, haruslah menjadi konsen kita semua.
“Berbagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan sebagaimana saya sebutkan tadi, dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak harus menunggu pemerintah untuk bergerak. Dukungan dari organisasi kemasyarakatan, khususnya organisasi perempuan akan sangat optimal menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan,” tandasnya.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk saling bersinergi, berjuang bersama, membawa daerah ini keluar dari dampak buruk pandemi Covid-19. Faktor ekonomi yang sangat mempengaruhi lapisan masyarakat rentan krisis, harus menjadi perhatian, melalui aspek pemberdayaan masyarakat.
Dukungan dari Pihak-pihak eksternal, lembaga dan organiasasi kemasyarakatan akan sangat memudahkan pencapaian tujuan-tujuan dimaksud.
Bupati Hanubun mengingatkan DWP Malra terkait beberapa isu penting yang berhubungan dengan peningkatan kualitas SDM, santunan kepada masyarakat kurang mampu, pembinaan pemuda/pelajar, pelestarian lingkungan, dan Vaksinasi Covid-19, yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah adalah hal positif yang harus ditingkatkan.
“Dharma Wanita Persatuan Malra harus semakin maju, semakin aktif, baik dalam organisasi, maupun dalam pelayanan sosial kemasyarakatan. Pelayanan masyarakat adalah salah satu tujuan penting aktivitas organisasi Dharma Wanita,” pungkasnya.


