Ini Penyebab Naiknya Harga Telur Di Ambon Naik

Ambon, MalukuPost.com – Harga telur di sejumlah pasar tradisional di kota Ambon merangkak naik, mencapai Rp2100-2300 per butir, harga per rak Rp60.000.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Jaya Kota menyatakan kenaikan harga telur salah satunya dipicu libur panjang lebaran beberapa waktu lalu, sehingga mempengaruhi pendistribusian bahan pokok dari daerah sentra.

“Seperti yang disampaikan Kepala Pelindo Fentje, bahwa ini diakibatkan libur panjamg dari tanggal 1-9 Mei, perusahaan pelayaran swasta misalnya Spil, Tanto, Meratus terkendala sedikit masalah teknis, sehingga mengakibatkan tertahannya telur dari surabaya ke Ambon,”ujarnya saat dikonfirmasi melalui via-seluler, Rabu (18/05/2022).

Jaya katakan, terkendalanya transportasi memicu kelangkan telur akibat stok terbatas. Apalagi telur memiliki umur simpan yang singkat yaitu 7-14 hari.

“Telur ini daya tahannya tidak lama, sehingga tidak bisa ditampung, paling lama 14 hari, berbeda dengan bahan pokok lainnya. Kalau daya tahannya lama, berarti bisa simpan di gudang,”tuturnya.

Dijelaskan Jaya, pada selasa 17 Mei kemarin telah tiba 10 kontener telur. Sembilan kontener langsung di distribusi ke sejumlah pasar tradisional di kota Ambon, seperti pasar Mardika, Batu Merah, dan Passo. Sedangkan satu kontener dibawa ke salah satu gudang distributor.

“Kemarin telur dilepas dengan harga 1800-1900 per butir,”tandasnya.

Jaya menambahkan, tak hanya itu, dari penjelasan Kepala Pelindo, rabu 18 Mei (kemarin) telah masuk lagi telur yang dimuat dengan Kapal Tanto.

“Dengan kedatangan sejumlah kontener telur yang dengan kapal Tanto ini, bisa mengatasi persoalan telur di kota Ambon, atau bisa menurun lagi dari harga Rp1800-1900 per butir yang telah distribusi 17 mei ke pasar tradisional,”pungkasnya.

Pos terkait