Siap-Siap Warga Malra, Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum Akan Diberlakukan

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Bruno Ohoiwutun, S.Sos, M.Si.

Langgur, MalukuPost.com – Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Bruno Ohoiwutun mengatakan, Pemkab Malra berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor.

Salah satunya yakni retribusi parkir di tepi jalan umum, yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Kepada MalukuPost.com di Langgur, Rabu (12/7/2022), Ohoiwutun menjelaskan, hal ini sebenarnya sudah diupayakan sejak lama dan telah memiliki peraturan daerah. Namun, pelaksanaannya baru akan dilakukan mulai tahun ini.

“Ada langkah-langkah yang saya sementara upayakan untuk meningkatkan PAD, salah satunya itu saya mau aktifkan kembali Perda No. 23 tahun 2012 tentang parkir di tepi jalan, karena sudah 12 tahun Perda itu belum sempat jalan,” ungkap Ohoiwutun.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membahas pembuatan marka jalan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas pada titik-titik yang menjadi tempat penagihan retribusi parkir, karena potensi pendapatan dari sektor ini cukup besar.

“Diperkirakan akan ada pemasukan sebesar sekitar Rp. 2 juta per hari kerja,” ujarnya.

Pemasukan tersebut lanjut Ohoiwutun, jika dikalikan 24 hari kerja per bulan (228 hari) per tahun, maka potensi pendapatan dari retribusi parkir sebesar Rp. 576 juta per tahun.

“Titik penagihan retribusi parkir yakni dari terminal (pasar), kemudian parkir di tepi jalan, dan lahan-lahan lain yang bisa menambah pendapatan,” kata Ohoiwutun.

“Kita bisa lihat, kendaraan yang diparkir di depan BRI, BPDM, depan rumah makan Sense di Watdek dan rumah makan Mas Joko, banyak kendaraan yang biasa diparkir disitu. Nah, kalau itu kita maksimalkan penagihannya maka dapat mendongkrak pendapatan,” kata Ohoiwutun menambahkan.

Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada Bapenda dan didukung dengan penggunaan teknologi smart register sudah cukup untuk menjalankan retribusi parkir.

“Rencananya kita sudah harus action (berlakukan retribusi parkir) kemarin, tanggal 1 Juli. Namun dikarenakan banyak musibah yang menimpa saudara-saudara kita sehingga kita banyak fokus kesana,” pungkasnya.

Pos terkait