Ambon New Port Bakal Dicoret, Menteri Bahlil : Pemerintah Daerah Harus Introspeksi

Ambon, MalukuPost.com – Pelabuhan baru Ambon (Ambon New Port) bakal dicoret dari Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Joko Widodo

Pencoretan proyek tersebut disampaikan Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo.

Bahkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dalam kunjungan kerja di Ambon, minggu (30/07/2023), juga mengakui hal tersebut.

Namun sayangnya, Ia tidak menyebutkan alasan pasti penyebab pemberhentian proyek yang sebelumnya diagungkan Gubernur, akan menghasilkan devisa kepada negara dalam sehari sebesar Rp 294 Miliar.

Kepada wartawan usai menghadiri peletakan batu alasan pembangunan Sitanala Learning Center, Menteri Bahlil mengatakan dalam setiap pembangunan harus ada pro aktif, kolaborasi bersama antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat.

Keduanya harus berjalan bersama, sesuai kaidah, norma, dan etika dalam melakukan komunikasi, tidak boleh sepihak.

“Jadi jangan selalu salahkan Pemerintah Pusat, daerah juga harus introspeksi,”ucapnya.

Disingung apakah tidak adanya koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah, penyebab Ambon New Port bakal dicoret, Menteri hanya tersenyum sambil berjalan menuju mobil.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Maluku, Sadli Ie mengaku selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait hal tersebut.

Apalagi menurutnya, Ambon New Port merupakan program nasional yang perlu disukseskan secara bersama-sama.

“Prinsipnya daerah siap, masa orang mau bangun ANP kita tolak. Kan kalau ANP jadi, potensi perikanan kita bisa didorong,”pungkasnya.

Sekedar tahu, bakal dicoretnya ANP dikarenakan persoalan biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Proses kajiannya pun bakal berjalan panjang dan tidak bisa gegabah. Apalagi belum ada investasi swasta yang bersedia untuk masuk

“Itu kan tidak kecil costnya. Dan waktunya pasti panjang,”pungkas Ketua, Wahyu Utomo

Pos terkait