Kunker Di Kota Tual, Mercy Barends Gandeng BRIN Gelar Diklat Penyusunan KTI

Langgur, MalukuPost.com – Komisi VII DPR RI bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasionam (BRIN) menggelar Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Dosen, Guru dan Mahasiswa se-Kota Tual

Kegiatan yang digelar di Langgur, Rabu (18/10/2023) tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja (kunker) anggota Komisi VII DPR RI asal Maluku, Mercy Chriesty Barends.

Barends menyatakan, kegiatan diklat penyusunan KTI tersebut sangatlah penting dalam mempersiapkan masa depan yang cerah bagi masyarakat Maluku khususnya di Kota Tual.

“Di Maluku, kita mendekatkan teknologi sampai di wilayah-wilayah 3T dan perbatasan, sehingga sumberdaya manusia di Maluku yang tersebar di 1342 pulau, 1214 desa, 35 kelurahan dan 113 kecamatan ini bisa menikmati dan mengakses seluruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek),” jelasnya.

Khusus untuk diklat penulisan KTI, saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam menjemput bola kemajuan tenologi.

Kemajuan teknologi ini, lanjut Barends, dapat diakses. Tetapi kalau kita tidak punya kapasitas untuk mengelola, menerapkan dan melakukan riset-riset yang berkualitas, maka akan sia-sia.

Sistem pendidikan yang ada di daerah pulau-pulau kecil dan pelayanan publik masyarakat, semua bisa dikaji, dievaluasi serta diuji dengan pendekatan data-data empirik yang divalidasi dengan data-data teorik yang valid.

Dengan demikian, akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bagi kemajuan pembangunan di daerah, pelayanan publik, peningkatan ekonomi masyarakat dan sebagainya. Tujuan adalah bagaimana membangun kultur riset menjadi sebuah hal yang penting.

“Jadi tidak bisa tiba saat, tiba akal lalu besok mau bikin sesuatu untuk pembanguna dan sebagainya. Setiap keputusan untuk kebijakan publik harus didasarkan atas seluruh visibiltas, studi-studi kelayakan yang memadai dengan data-data yang tertanggungjawab untuk kemajuan daerah di segala sektor,” bebernya.

Hal tersebut menurut Barends sudah sejalan dengan strategi pembangunan nasional  Presiden Jokowi yakni menciptakan kultur budaya riset dan pengembangan sangat penting.

“Sebab negara-negara yang sudah maju menata ekonomi, pembangunan, pemerintahan dan sebagainya, berdasar pada budaya IPTEK,” pungkasnya.

Pos terkait