Sekda Maluku Emban Tugas Jadi Sekum Forsesdasi Periode 2023-2026

IMG 20231118 WA0140

MalukuPost.com, Mataram,- Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mengemban tugas sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) periode 2023-2026, menggantikan Sekum sebelumnya, Muhammad Idris (Sekda Provinsi Sulawesi Barat).

Sekum Sadali dan kepengurusan barunya akan menjabat selama tiga tahun kedepan dibawah pimpinan Ketua Umum (Ketum) Forsesdasi, Sri Wahyuni, (Sekda Provinsi Kalimantan Timur) setelah Sekjen Kemendagri, Suhajar Diantoro, mengukuhkan kepengurusan Forsesdasi periode 2023-2026 di Hotel Lombok Raya Mataram, Jumat, 17 November 2023.

Sadali mengatakan Forum Forsesdasi dibentuk untuk memfasilitasi pertukaran informasi, koordinasi dan kerja sama antara Sekda di seluruh Indonesia. Forum ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, berbagi pengalaman menganai tata kelola pemerintahan daerah serta memperkuat sinergi dalam mengatasi berbagai tantangan dan permasalahan di tingkat daerah.

“Dengan demikian, Forsesdasi memiliki peran strategis dalam memajukan tata kelola pemerintahan daerah dan meningkatkan pelayanan publik di berbagai wilayah Indonesia,” kata Sadali.

Olehnya itu, Sadali berharap, pendekatan pemberdayaan melalui Forsesdasi dapat menjadi pendorong utama untuk menggerakkan pembangunan di berbagai daerah. Selain itu, pendekatan pemberdayaan melalui Forsesdasi, juga diharapkan menjadi kunci utama untuk memacu pembangunan di berbagai daerah, melibatkan serta memberdayakan masyarakat setempat. Sebab, dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat melalui pendekatan Forsesdasi, dapat menciptakan pertumbuhan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di berbagai daerah.

“Pendekatan ini memiliki potensi untuk menciptakan pertumbuhan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, karena melibatkan partisipasi aktif serta pemberdayaan masyarakat setempat dalam proses pembangunan,” harap Sadali.

Sementara itu, setelah dikukuhkan sebagai Ketum DPP Forsesdasi, Sri Wahyuni naik podium menyampaikan sambutan perdananya. Dalam sambutannya itu, Wahyuni menyampaikan beberapa hal, salah satunya mengenai merit sistem yang harus dipertahankan usai pemilu 2024.

Sekda Provinsi Kalimantan Timur itu menyebut, untuk mempertahankan merit sistem usai pemilu dan pemilukada, perlu adanya transparansi dalam proses seleksi dan promosi di lingkungan birokrasi dan memastikan kebijakan yang mendukung meritokrasi diterapkan secara konsisten, kemudian memberikan pelatihan mengenai pentingnya merit kepada para pegawai. Selain itu, tetap menjaga agar keputusan-keputusan menyangkut karir harus didasarkan pada kompetensi dan kinerja, bukan faktor politik atau hubungan personal. Olehnya itu, audit internal secara berkala perlu dilakukan, sebab upaya ini dapat membantu memastikan integritas sistem merit.

“Ini tugas berat kita semua, bagaimana birokrasi yang berjalan bisa diterima, tidak memiliki dampak dari hasil kontestasi politik tahun depan,” katanya.

Kemudian, Ketum DPP Forsesdasi Periode 2021-2024, Lalu Gita Ariadi (Sekda Provinsi NTB) mengaku, kehadiran para Sekda di acara Pengukuhan, Musyawarah Nasional (Munas) dan Rakernas Forsesdasi dapat menjadi sulit karena mereka memiliki tanggung jawab utama dalam menjaga dan mengelola daerah saat Kepala Daerah berada di luar daerah. Tugas-tugas mereka mencakup koordinasi berbagai kegiatan pemerintahan dan penanganan berbagai isu lokal. Keterbatasan sumber daya, jarak, serta koordinasi logistik menjadi faktor-faktor yang dapat membuat hadirnya Sekda secara penuh menjadi sebuah tantangan.

“Olehnya itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Forsesdasi (Para Sekda) yang telah hadir meluangkan waktu di Provinsi NTB untuk mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Gita pun berharap, Forsesdasi mampu menjadi mesin penggerak pembangunan di daerah masing-masing, meskipun melibatkan peran lembaga ekonomi, masyarakat, dan sektor swasta. Olehnya itu, koordinasi antara instansi dapat menciptakan sinergi yang mendorong pertumbuhan dan pembangunan daerah. Faktor seperti perencanaan strategis, alokasi sumber daya yang bijaksana, pengelolaan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam menjadikan entitas tersebut sebagai kekuatan penggerak pembangunan.

“Saya berharap bahwa peran Forsesdasi kedepan tetap mampu menjadi penggerak pembanguan di daerah yang sebaik-baiknya,” harapnya.

Sebagai informasi, pengukuhan Pengurusan DPP Forsesdasi periode 2023-2026 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya Mataram, pada Jumat, 17 November 2023 itu, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Musyawarah Nasional ke-5 Forsesdasi Nomor : 01/Munas-Forsesdasi/2023

Dihadir Pj. Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun, 337 peserta yang terdiri dari 12 Sekda Provinsi, 46 Sekda Kabupaten/Kota, Karo dan Kabag Organisasi sebanyak 58 daerah, Kepala Perangkat Daerah NTB sebanyak 50 orang dan pendampingan sebanyak 173 orang.

Pos terkait