Sambut Nataru, Pemuda Ini Ajak Warga Yang Berkonflik Hidupkan Fangnanan

Tual, MalukuPost.com – Konflik antar warga Kabupaten Maluku Tenggaa (Malra) menjadi atensi khusus dari anak muda Kota Tual yang satu ini.

Adalah Andreas Rafra (Camat Dullah Selatan Kota Tual), anak muda yang berani bersuara demi perdamaian.

Langkah untuk mengajak warga hidupkan semangat fangnanan (fangnanan: bahasa Kei yang artinya kasih/sayang) tersebut untuk mencegah adanya dampak dari konflik antar sekelompok warga ohoi (Desa) Ohoirenan dan Tutrean.

Kepada awak media di Tual, Rafra berharap, dalam rangka menyambut perayaam Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menuju Pemilu Damai pada 14 Februari 2024, kelompok warga dua ohoi ini menyatukan jiwa dan raga untuk hidup rukun dan damai sebagai keluarga.

Harapan anak muda Kota Tual ini disampaikannya saat bertemu dengan perwakilan dari kelompok warga dua ohoi yang berkonflik di aula Kantor Camat setempat, Kamis (30/11/2023).

Hadir dalam pertemuan yakni Kepala Kesbangpol Kota Tual, M. Zein Nuhuyanan, Danramil 1503-01 Tual Kapten (Inf) H. Bakri Renhoat, pula Babinsa, perwakilan lurah, serta kepala dusun di wilayah setempat.

Rafra mengungkapkan, tujuan dari berkumpulnya perwakilan kedua keluarga Ohoirenan dan Tutrean untuk dapat memberikan Fangnanan (kasih sayang) didalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kei dalam bingkai ain ni ain.

“Selain itu, juga untuk menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah setempat, sehingga keluarga Ohoirenan dan Tutrean domisili Kota Tual, dapat menjadi Garam dan Terang terhadap persoalan yang terjadi,” harapnya.

Ditempat yang sama Kepala Kesbangpol Kota Tual, M. Zein Nuhuyanan menyampaikan, apresiasi atas inisiatif Camat Rafra, untuk menyatukan fangnanan dari keluarga Ohoirenan dan Tutrean domisili Kota Tual guna menjaga Kamtibmas diwilayah setempat.

Salah satu perwakilan keluarga Ohoirenan yakni Pendeta Anis Ubro., menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif dari Camat Rafra dalam rangka menjaga kamtibmas di wilayah setempat.

“Ayo marilah kita sama-sama, mendukung niat baik ini untuk menjaga kerukunan kekeluargaan yang ada,” ajak Pendeta Ubro.

Hal serupa juga disampaikan warga Ohoirenan lainnya, Yopi Ubro, yang memberikan dukungannya terhadap niat baik dan luhut dari Camat Rafra dalam rangka menjaga kamtibmas di wilayah setempat.

“Saya berharap kedua keluarga ini, dapat bersama-sama mendukung dan menjadi contoh dalam menjaga kerukunan kekeluargaan ain ni sin, agar dapat terciptanya Kamtibmas diwilayah ini,” tandas Yopi.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga Ohoi (Desa) Tutrean domisili Kota Tual, Emang Rahabeat menuturkan, warga Ohoirenan dan Tutrean masih memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat dekat.

“Melalui perkawinan yang telah terjalin sejak dahulu, sehingga dapat dikatakan bahwa Ohoirenan adalah Tutrean dan Tutrean adalah Ohoirenan dalam artian kita adalah satu,” tuturnya.

“Jadi dengan konflik yang telah terjadi, mungkin agar kita dapat sama-sama memperbaiki kembali akan kehidupan kekeluargaan ini, dan terhadap persoalan itu, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum,” katanya menambahkan.

Perwakilan warga Ohoi Tutrean lainnya yakni Zaidrak Rahantoknam, menyampaikan agar kedua pihak dapat selalu menjaga hidup rukun kekeluargaan atau dalam filosofi suku Kei disebut ain ni ain.

“Sehingga kehidupan serta kerukunan kekeluargaan kita di Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual ini selalu dapat terjaga,” tukas Rahantoknam.

Pos terkait