Pelindo Bangun Terminal Penumpang Baru Ambon, Gubernur: Ini Lompatan Besar untuk Maluku

Ambon, MalukuPost.com – Deru harapan dan tekad terdengar lantang dari Pelabuhan Yos Sudarso. Kamis (31/7/2025), Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, bersama jajaran pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Terminal Penumpang Baru pelabuhan utama di ibu kota provinsi itu.

Terminal modern yang akan dibangun di atas lahan seluas 3.200 meter persegi ini menjadi simbol dimulainya era baru transportasi laut di Indonesia Timur, khususnya bagi Provinsi Maluku yang lebih dari 90 persen wilayahnya adalah laut.

“Pelabuhan adalah urat nadi hidup masyarakat kepulauan. Maka terminal penumpang bukan hanya ruang tunggu, melainkan wajah pelayanan kita kepada rakyat,” ujar Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya.

Pelabuhan Yos Sudarso Ambon selama ini menjadi simpul utama konektivitas antarwilayah di Maluku serta penghubung penting dengan Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Namun kapasitas dan fasilitas terminal penumpangnya tak lagi memadai. Saat ini, terminal lama hanya mampu menampung 600 orang, sementara arus penumpang melonjak tajam lebih dari 1,18 juta orang tercatat selama angkutan Lebaran 2025, meningkat 20% dibanding tahun sebelumnya.

Menjawab kebutuhan itu, Pelindo menghadirkan desain terminal penumpang baru yang mampu menampung hingga 1.800 orang secara bersamaan, lengkap dengan fasilitas modern seperti ruang ibu dan anak, area check-in, hingga garbarata. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Pembangunan ini bagian dari strategi besar Pelindo pasca-merger untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelas dunia,” ujar Hambra Samal, Wakil Direktur Utama Pelindo.

Terminal ini bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan motor penggerak ekonomi baru. Hambra meyakini kehadirannya akan memperkuat sektor transportasi, mendorong pertumbuhan UMKM lokal, serta membuka peluang investasi baru di Ambon dan sekitarnya.

Pelindo juga terus mendorong efisiensi layanan logistik. Salah satunya dengan elektrifikasi dua unit Quay Container Crane (QCC), yang kini beroperasi dengan energi listrik ramah lingkungan. Inovasi ini berhasil meningkatkan keandalan bongkar muat serta menekan emisi karbon, mendukung arah pembangunan hijau nasional.

Hingga pertengahan 2025, throughput peti kemas di Pelabuhan Ambon meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa pelabuhan ini siap naik kelas menjadi simpul logistik yang kompetitif dan berkelanjutan.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa pembangunan terminal penumpang ini merupakan bagian dari roadmap transformasi Pelindo Regional 4. Ia menyebut proyek ini sebagai wajah baru Pelabuhan Ambon bersih, manusiawi, dan fungsional.

“Ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi simbol kemajuan Maluku. Terminal ini akan menjadi ruang publik yang memberi rasa bangga bagi warga Ambon dan masyarakat kepulauan,” kata Azis.

Usai prosesi simbolis peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku dan jajaran Pelindo, suasana penuh optimisme mengiringi. Proyek ini menjadi babak baru dalam sejarah pelabuhan Yos Sudarso Ambon,meneguhkan kembali identitasnya sebagai Gerbang Maritim Timur Indonesia.

Pos terkait