Dobo, MalukuPost.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat setempat. Pada Selasa (8/7), Bupati Timotius Kaidel bersama jajarannya secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Udayana Bali untuk membangun kerja sama dalam sektor kesehatan.
Penandatanganan ini berlangsung di Dobo dan menjadi tonggak penting dalam upaya Pemkab Kepulauan Aru meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerahnya.
Bupati Timotius Kaikdel yang memimpin langsung acara tersebut didampingi oleh Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kabupaten Kepulauan Aru, Marvien Salakay, S.Hut, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Sementara itu, pihak Universitas Udayana diwakili oleh Rektor Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., yang turut menandatangani kesepakatan ini.
Nota Kesepahaman yang baru saja ditandatangani ini memiliki fokus utama pada penempatan dokter residen dari Universitas Udayana untuk membantu melayani masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru. Program tersebut bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur kesehatan seperti Kepulauan Aru, dengan menyediakan tenaga medis yang terlatih dan kompeten melalui sistem residen.
Bupati Timotius Kaedel mengatakan program penempatan dokter residen ini sangat penting untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di daerah yang jauh dari pusat-pusat kota besar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Universitas Udayana yang bersedia membantu kami dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah Kepulauan Aru. Kehadiran dokter residen di rumah sakit dan fasilitas kesehatan kami diharapkan bisa membantu memperbaiki kualitas perawatan serta meminimalisir kekurangan tenaga medis yang kami alami selama ini,” ujar Kaedel.
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kepulauan Aru untuk menggali potensi kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi, terutama dalam sektor kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru juga berharap bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada penempatan tenaga medis, tetapi juga dapat mencakup pengembangan infrastruktur kesehatan yang lebih baik. Bupati Kaedel menyampaikan,
“Kami berharap ke depannya kerja sama ini bisa mencakup lebih banyak sektor, seperti pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih baik dan pelatihan bagi tenaga medis lokal. Dengan begitu, bukan hanya dokter residen yang mendapatkan manfaat, tetapi juga masyarakat dan tenaga medis asli daerah yang bisa berkembang bersama.”
Selain itu, Pemkab Kepulauan Aru juga berharap melalui kerja sama ini, dapat terbangun sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan, dengan melibatkan semua pihak baik pemerintah, pendidikan, maupun masyarakat. Salah satu langkah penting yang sedang dipersiapkan adalah pengembangan fasilitas rumah sakit dan puskesmas dengan dukungan dari Universitas Udayana.
Melalui penandatanganan MoU ini, Pemkab Kepulauan Aru dan Universitas Udayana berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas lagi di berbagai bidang, tidak hanya di sektor kesehatan tetapi juga pendidikan, sosial, dan ekonomi. Program ini bukan hanya soal penempatan dokter, tetapi tentang membangun sistem yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kerja sama ini, kami berharap bisa mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan lebih baik untuk semua masyarakat di Kepulauan Aru. Kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun daerah ini agar lebih maju dan sejahtera,” tutup Bupati Timotius Kaedel.


