AIR LOUW, MalukuPost.com – Suasana penuh kehangatan dan makna mewarnai Ibadah Natal BRIGIF 708 SATRIA yang digelar di Air Louw, Rabu (17/12/2025).
Perayaan Natal ini menjadi momentum reflektif yang mempertemukan kembali kebersamaan yang lahir dari perjuangan, lalu diperkokoh dalam persekutuan damai di dalam Kristus.
Ibadah Natal tersebut berlangsung khidmat dengan dukungan penuh dari Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sebagai wujud perhatian terhadap nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan spiritualitas yang terus dijaga oleh keluarga besar BRIGIF 708 SATRIA.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Grace Surwui, dengan perenungan dari Yohanes 14:27-29 bertema “Damai Sejahtera Ku Tinggalkan Bagimu.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Grace menekankan bahwa Natal kali ini memiliki makna istimewa karena mempertemukan sebuah persekutuan yang dahulu dipersatukan oleh tujuan tertentu, namun kini hadir sebagai satu tubuh di dalam Kristus.

Ia menjelaskan bahwa damai sejahtera Kristus bukanlah damai yang lahir dari keberhasilan atau terpenuhinya agenda bersama, melainkan damai yang ditinggalkan Yesus sebagai warisan iman. Damai itu, menurutnya, tidak bersyarat dan tidak berubah oleh situasi dunia, bahkan mampu mempersatukan kembali perbedaan yang ada.
Lebih lanjut, Pdt. Grace mengingatkan bahwa sukacita Natal sejati tidak bersumber dari nostalgia masa lalu, melainkan dari relasi yang terus hidup bersama Kristus. Merayakan Natal di Minggu Advent Ketiga menjadi pengingat bahwa iman mempersiapkan umat untuk melangkah ke depan dengan pengharapan, bukan terjebak pada masa lalu.
Ketua BRIGIF 708 SATRIA, Maichel Papilaya, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk menjaga persekutuan yang telah terbangun. Ia menyampaikan bahwa meskipun BRIGIF 708 SATRIA pernah melalui fase perjuangan yang intens, kebersamaan dan solidaritas harus tetap dipelihara.

Ibadah Natal ditutup dengan pembagian bingkisan sebagai simbol kasih dan kepedulian, menandai semangat berbagi yang menjadi inti perayaan Natal. Dari Air Louw, pesan damai dan kasih Kristus kembali diteguhkan, bahwa dari perjuangan, Tuhan menuntun umat-Nya menuju persekutuan yang manis, damai, dan penuh pengharapan.


