Dinas Ketapang Tual Pastikan Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Darnawaty Amir, SKM., MM. (foto: MalukuPost).

Tual, MalukuPost.com – Pemerintah Kota Tual terus memperkuat upaya pengendalian harga pangan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin setiap pekan.

Program ini menjadi salah satu prioritas daerah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi hingga pusat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Tual, Darnawaty Amir, di sela-sela pelaksanaan GPM, Rabu (3/11/2025).

Menurut Darnawaty, GPM bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, khususnya menjelang dan saat hari besar keagamaan nasional.

“Komoditas pangan yang dijual dalam kegiatan ini disubsidi pemerintah sekitar 20 hingga 28 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan GPM yang telah berjalan secara rutin selama beberapa tahun terakhir diharapkan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mampu menekan kenaikan harga komoditas yang berpengaruh langsung terhadap inflasi di Kota Tual.

Pelaksanaan GPM tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi dilakukan secara mobile dari desa ke desa dengan dukungan Perum Bulog dan Bank Indonesia.

Sejak November hingga Desember, Bank Indonesia Perwakilan Maluku turut memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Antusiasme masyarakat selalu tinggi karena kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap hari Rabu dan memang sangat dinantikan, mengingat kebutuhan sembako merupakan kebutuhan utama masyarakat,” jelasnya.

Untuk komoditas sayur-mayur seperti cabai dan aneka sayuran, pasokan diperoleh langsung dari petani.

Darnawaty menjelaskan, tidak semua komoditas disubsidi. Subsidi diberikan secara situasional, tergantung kondisi harga di pasaran.

“Jika harga masih stabil dan murah, tidak perlu disubsidi. Tetapi jika terjadi kenaikan, khususnya pada cabai dan bawang merah, maka akan kita subsidi karena dua komoditas ini sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah,” pungkasnya.

Pos terkait