Apel Perdana Usai Lebaran, Bodewin Tekankan Disiplin ASN dan Kebersihan Kota

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kota Ambon menggelar apel bersama di Taman Pattimura, Senin, 30 Maret 2026, usai libur lebaran. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan dengan kebersihan kota, kinerja pemerintahan hingga kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN).

Salah satu fokus utama ialah pengelolaan sampah. Mengenai hal ini, Wali Kota mengapresiasi perubahan pola pikir masyarakat yang kini mulai memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab bersama. Jika sebelumnya pemerintah kerap menjadi pihak yang disalahkan, kini masyarakat justru saling mengingatkan terkait perilaku membuang sampah.

“Di awal-awal kemimpinan saya dan Ibu Wakil Wali Kota, kalau ada postingan tentang sampah, 99 persen pemerintah disalahkan oleh masyarakat. Tapi hari ini, kalau bapak ibu cermati perkembangan media sosial, kalau ada orang posting sampah maka terbalik, 9 persen masyarakat menyalahkan perilaku masyarakat sendiri yang tidak sadar,” katanya.

Perubahan tersebut dinilai sebagai peluang untuk mengurangi persoalan sampah di Kota Ambon. Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan atas kerja nyata yang semakin terukur dan Dinas Kominfo yang aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial, termasuk pemantauan berbasis CCTV.

“Ini menjadi motivasi kita untuk paling tidak menyelesaikan persoalan sampah. Masyarakat sudah sadar. Pak Kadis DLP. Dinas Kominfo terima kasih karena postingan tentang perilaku masyarakat yang terpantau melalui CCTV  yang membuat masyarakat menjadi lebih sadar hari ini,” ujar Wali Kota.

Pemerintah kota, lanjut Bodewin,  juga mendorong gerakan tambahan “Ambon bersih, asri, hijau, dan nyaman” melalui kerja bakti rutin di tingkat desa, negeri dan kelurahan setiap pekan. Para kepala wilayah diminta menjaga lingkungan agar persoalan kecil tidak perlu muncul di media sosial.

”Berharap kita tidak apatis, tidak cuek karena bapak ibu yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Setiap Jumat atau Sabtu, lakukanlah kerja bakti di desa, negeri dan keluarahan. Supaya apa, jangan cuma got kecil kesumbat saja masyarakat menguapload status (Di media sosial) pemerintah dimana? Kalau status itu naik (diupload) maka mundur sudah dari lurah, raja dan kades karena semestiya itu tidak perlu ada di medsos kalau peduli dengan wilayah yang bapak ibu memimpin. Ya, itu soal sampah saja kita berharap begitu,” harapnya.

Selain itu, menjelang HUT Kota Ambon, Bodewin mengajak ASN berpartisipasi dalam gerakan penanaman anakan pohon Gadihu. Setiap ASN kembali diharapkan menyiapkan satu bibit untuk ditanam di ruang terbuka publik dan median jalan karena tanaman lokal dinilai lebih cocok ketimbang tanaman dari luar daerah.

“Kita akan tanam (Anakan) Gadihu. Satu batang (Pohon) saja. Jadi beli gadihu yang warna bagus lalu semayakan di polibek, supaya berakar (Tumbuh) . Lalu nanti, menjelang HUT kota kita akan tanam serentak di ruang terbuka publik. Kita tidak ada uang  beli bunga dari Jawa untuk tanam. Tanam juga semua rata-rata mati karena tidak cocok. Jadi kita kembali ke gadihu,” ajaknya.

Kemudian di bidang administrasi, Bodewin berujar, capaian pelaporan LHKPN harus mencapai 100 persen tepat waktu. Wali Kota juga mengingatkan agar laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2025 segera diserahkan ke BPK sesuai batas waktu.

“Ada beberapa agenda yang selalu dilakukan dengan baik misalnya LHKPN pemerintah kota 100 persen tepat waktu. Yang ada catatan untuk perbaikan segera karena berakhir tanggal 31 besok. Kemudian saya minta agar laporan keuangan tahun anggaran 2025 harus tepat waktu. Terima kasih keuangan dan seluruh OPD yang sudah berupaya untuk menyelesaikan secepatnya,” ujarnya.

di lain sisi, Bodewin juga mengakui adanya keterbatasan anggaran yang berdampak pada beberapa program pembangunan. Meski begitu, pelayanan publik tetap berjalan baik berkat kerja seluruh jajaran. Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN yang mencapai sekitar Rp33 miliar juga dilakukan melalui pengelolaan keuangan daerah secara hati-hati.

“Kalau kita THR hari ini kurang-kurang tidak apa-apa. Kalau kita punyaTunjangan Realisasi Kinerja (TRK) agak terlambat tidak apa-ap, tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga. Kemarin kita kumpul sedikit sampai bisa bayar THR karena tidak seperti dulu yang ditransfer dari pusat. Kita mesti hemat di APBD untuk membayar THR. Bayar THR untuk seluruh ASN 33 miliar. Mau bayar utang akhirnya terpakai untuk bayar THR. Saya, ibu wawali, pak sekretaris dan semua pimpinan OPD tidak mengeluh. Kita minta cuma ASN mengerti, itu saja. Mari jalani sama-sama kesulitan yang kita hadapi,” katanya.

Kemudian, Wali Kota juga kembali memberikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran atas respon cepat dalam menjaga ketertiban dan pelayanan termasuk melalui call center 112.

“Dinas Perhubungan dan Satpol PP terima kasih, pasar dan terminal terus terjaga. Pemadam kebakaran luar biasa. Ini tanda kita melayani dengan baik,” katanya lagi.

Di sektor pendidikan, ia mengapresiasi berkurangnya kasus tawuran di tingkat SMP. Kepala sekolah diingatkan untuk terus membina siswa, dengan penegasan bahwa pimpinan sekolah dapat diberhentikan jika terjadi tawuran.

“Para Kepala Sekolah mana? Terima kasih karena saya hampir tidak mendapat laporan SMP tauran lagi. SD tidak mungkin tawuran. SMP kan sudah mulai remaja. Kita mau ingatkan kepala sekolah supaya anak-anak di ingatkan dengan baik,” pungkasnya.

Mengakhiri arahannya, Wali Kota mengajak seluruh ASN tetap solid, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta tidak mengeluhkan persoalan internal di media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa pengabdian untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kota.

“Sekali lagi terima kasih banyak. Mari tetap kompak dan solid. Mengeluh boleh tapi jangan curhat di medsos. Itu semua ada dalam tantangan. Kita berdoa supaya seluruh kita diberikan kesehatan, kekuatan, umur panjang supaya bisa bekerja dengan baik Bapak ibu punya kesempatan puluhan tahun. Saya dan ibu wawali cuma lima tahun mengabdi sampai 2030 tanggal 20 Februari selesai. Bapak ibu ada yang 30 tahun, 35 tahun, 20 tahun bervariasi. Kesempatan ini gunakan dengan baik untuk Kota Ambon yang kita cintai,” tutup Wali Kota.

Pos terkait