AMBON, Maluku Post – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, meninjau lokasi longsor di kawasan Perumahan Gadihu Indah, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Sabtu (9/5/2026). Bencana tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir.
Saat berada di lokasi, Wali Kota mengaku prihatin terhadap warga terdampak, terutama pemilik rumah yang mengalami kerusakan parah maupun warga yang masih berada di area rawan longsor.
“Kita turut prihatin dengan kondisi yang dialami warga. Ada rumah yang longsor hingga terbawa ke bawah dan beberapa rumah lainnya masih terancam. Syukur sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” kata Wattimena.
Menurutnya, peristiwa itu menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam mengembangkan kawasan permukiman, khususnya di daerah lereng dan perbukitan. Pembangunan rumah perlu memperhatikan aspek teknis dan kondisi lingkungan agar aman bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin masyarakat membangun rumah di lokasi rawan bencana. Saya secara pribadi tidak sepakat jika lereng-lereng bukit dijadikan kawasan permukiman tanpa pertimbangan teknis yang matang,” ujarnya.
Wattimena juga meminta pihak pengembang bertanggung jawab atas dampak yang muncul akibat pembangunan kawasan tersebut. Selama perumahan belum diserahkan kepada pemerintah, penanganan masalah masih menjadi kewajiban developer.
Selain merusak rumah warga, longsoran juga menutup aliran sungai di sekitar lokasi. Pemerintah Kota Ambon meminta pengembang segera melakukan normalisasi agar aliran air kembali lancar dan tidak memperbesar risiko saat hujan turun.
“Kita minta developer segera membuka kembali aliran sungai yang tertutup longsoran supaya air dapat mengalir normal dan tidak menimbulkan risiko lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Wali Kota juga mengajak ketua RT dan RW lebih aktif mengawasi pembangunan di lingkungan masing-masing, terutama bangunan tanpa izin maupun pembangunan di lokasi yang tidak layak dijadikan kawasan permukiman.
Sementara itu, Pemerintah Kota Ambon telah melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak. Sedikitnya sembilan kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut dan untuk sementara menerima bantuan kebutuhan dasar serta layanan tanggap darurat selama 14 hari.


