Husni : Anggaran Untuk Pihak Lain Akan Diajukan Dalam APBD Perubahan 2015
Piru, Maluku Post.com – Pelaksanaan event Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tingkat Provinsi Maluku yang digelar di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang mana acara pembukaannya berlangsung megah itu, ternyata berbanding terbalik dengan pelayanan yang membuat miris banyak kalangan.
Bukan saja masalah pelayanan yang dikeluhkan para khafilah maupun pihak yang terlibat dalam pendukung acara, tetapi masalah lain yang juga ditanggalkan dari perhelatan akbar itu yakni anggaran pengamanan MTQ yang mendiskreditkan pihak lain.
Hingga saat ini, penyaluran anggaran pengamanan yang sedianya disalurkan ke aparat keamanan semisal TNI dan POLRI, hanya sampai ke tangan institusi tertentu. Sementara aparat keamanan dan pihak lain semisal TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pramuka, yang juga terlibat secara resmi, belum mendapatkan sepeser pun dana pengamanan bernilai ratusan juta rupiah tersebut.
Padahal dalam anggaran pengamanan MTQ, senilai Rp. 782.968.000 itu berlaku bukan saja untuk satu institusi, tetapi pihak lain juga memiliki jatah pada mata anggaran yang sama. Namun, setelah anggaran itu dicairkan ada pihak yang “Dianakemaskan”.
Pengamanan MTQ tingkat provinsi Maluku, dinilai diskriminasi. Menurut sumber, yang juga merupakan salah satu anggota pengamanan yang meminta namanya tak dipublikasikan membeberkan, sejumlah masalah yang dihadapi pihak lain yang terlibat dalam pengamanan MTQ.
Dirinya menambahkan anggaran pengamanan MTQ,hanya melalui satu pos anggaran, dengan nilai 782.968.000 terbagi dalam beberapa anggota keamanan di antaranya TNI, Polri, Satpol PP ditambah OKP maupun organisasi lainnya yang tergabung dalam seksi keamanan.
Terkait dengan hal itu, Ketua panitia MTQ ke 26 tahun 2015, H. Muhammad Husni saat dikonfirmasi Media ini, di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu,Kabupaten SBB, Jumat (22/5) tengah pelaksanaan babak final lomba Sahril Qur’an mengatakan, Anggaran untuk pengamanan MTQ yang di alokasikan sebesar 782.968 ribu rupiah.
Personil pengamanan MTQ sendiri terdiri dari unsur TNI dan POLRI. Dari kepolisian berjumlah 321 anggota besar anggaran yang di alokasikan untuk personil kepolisian ini 760 Juta lebih. sehingga alokasi untuk TNI harus dianggarkan kembali dalam APBD perubahan 2015, karena tidak mencukupi.
“Karena apa yang di anggarkan oleh pihak kepolisian dengan jumlah personil sebanyak 321 anggota, untuk waktu-waktu yang normatif. Artinya diusulkan berdasarkan standar kebutuhan tiap personil perhari sebesar Rp.100.000/per anggota/hari,” jelas Husni.
Baginya, waktu operasi pengamanan MTQ sendiri dimulai dari tanggal 13 mei sampai 26 mei. Jadi kalau dikalkulasikan keseluruhannya maka memang anggaran tersebut tidak cukup untuk pihak lain.
Olehnya itu katanya, untuk memenuhi kebutuhan pihak lain tersebut maka harus dianggarkan kembali di APBD perubahan 2015.
Ditempat terpisah, Bupati SBB, Jacobus F.Puttileihalat saat dimintai konfirmasi terkait pihak yang “dianakemaskan” dan pihak yang “dianaktirikan” mengaku baru mendengar informasi terkait pembagian anggaran keamanan hanya pada satu pihak.
“Kalau untuk masalah itu, merupakan urusan panitia MTQ, saya memang sudah mendapat laporan dan saya sudah memanggil panitia untuk secepatnya menyelesaikan masalah itu. untuk uang PAM (pengamanan) sudah diserahkan langsung kepada pihak Polri yang merupakan pengendali kondisi keamanan disini dan nanti tinggal diatur. Kalau memang masih belum (cukup) masih kurang, tetap kita akan mengambil langkah untuk menyelesaikannya,” Jelas Bupati SBB usai acara seremonial penutupan Event MTQ Provinsi Maluku ke 26 di Kantor Bupati SBB, Sabtu (24/5).
Kisruh tentang anggaran pengamanan kian mencuat saat penutupan acara MTQ ke 26 di kantor Bupati SBB. Kalangan terbatas yang mengetahui hal tersebut mulai was-was. Puluhan Aparat keamanan yang tak puas dengan pembagian anggaran keamanan merapat ke lokasi acara penutupan MTQ ke 26.
Gesekan antara dua institusi pengendali keamanan nyaris terjadi, beruntung komunikasi dua institusi pengendali keamanan mendapat titik temu. Tak sampai 30 menit kemudian gerombolan pengendali keamanan yang berada di atas panggung VVIP sudah tak lagi tampak. (10)


