Alumni Serukan Civitas Akademika “Save Unidar”

Ambon, Maluku Post.com – Kisruh di kampus Universitas Darussalam di Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, belum juga mencair. Arogansi pimpinan Civitas Academika Unidar telah ikut menyeret mahasiswa ke dalam persolan personal dan faksi yang kelak mengorbankan kualitas pendidikan di Kampus Hijau tersebut. Saatnya butuh pencerahan dan kesadaran kolektif untuk mengakhiri pertikaian hingga polemik yang tak penting dan kian meresahkan itu.  

“Saatnya kita bersatu untuk selamatkan mahasiswa dan kampus Unidar Ambon. Mari bersama kita berpikir positif, jangan lagi saling menyalahkan. Karena kalau masih ada yang saling membela diri dan menyalahkan satu sama lain, kami yakin sungguh persoalan ini tidak akan berakhir dan akan berdampak negatif pada Lembaga dan Civitas Akademika Unidar Ambon,” cetus salah satu alumni Unidar, Abdul Jalil Rumfot melalui keterangan persnya kepada Maluku Post, Minggu (24/5/).

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Unidar Ambon ini menandaskan upaya menyelamatkan Unidar belum terlambat jika semua elemen yang terlibat dalam masalah ini masih memilih itikad baik untuk duduk bersama dengan satu tujuan menyelamatkan kampus Unidar Ambon dan menyelamatkan masa depan generasi muda atau mahasiswa Unidar.

“Tak ada untungnya kita berlarut-larut dalam konflik internal ini. Saatnya kita saling membuka diri untuk menyelesaikan perbedaan pendapat ini dengan satu tujuan dan tekad bersama demi nama baik dan masa depan Unidar, lembaga di mana kita sama sama saling berbagi pengetahuan, saling memotivasi. Prinsipnya di lembaga inilah kita saling kenal dan membangun silaturahim antarsesama dosen, mahasiswa dan alumni,” pesan Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Maluku ini.

Dengan kesadaran dan tekad bersama, Rumfot optimis Unidar akan keluar dari kemelut tak terperi ini.

“Yakinlah bahwa kampus Unidar saat ini berada dalam fase ujian di mana momentum ini menjadi ujian apakah seluruh Civitas Akademika Unidar bisa melewatinya atau tidak,  dan saya yakin Unidar akan mampu melewatnya dengan hasil yang memuaskan. Kami berdoa semoga di balik ujian ini ada hikmah tersendiri dan rencana baik dari Sang Pencipta. Benar saat ini Unidar dirundung berbagai masalah, namun mari kita sama sama menyerahkan penyelesaian masalah ini, baik masalah dualisme yayasan maupun dugaan ancaman pembunuhan, serta sanksi yang dijatuhkan rektor kepada beberapa dosen kepada pihak yang berwenang,” serunya lagi.

Meski dirundung konflik internal, Rumfot mengimbau mahasiswa tetap menjalankan perkuliahan dan mengejar masa depan dengan fokus.

“Saya ingin adik-adik mahasiswa tetap fokus menjalankan proses perkuliahan, dan jangan terlibat langsung dengan konflik ini. Yakinlah Unidar akan baik baik saja, karena ke depan jika masalah ini selesai dan pihak manapun yang menang, mahasiswa akan tetap menjadi mahasiswa Unidar. Mahasiswa jangan terpancing dengan isu isu yang berkembang.

Rumfot katakan, agar masalah kisruh ini semua proses penyelesaiannya pada pihak yang berwenang. Sedangkan untuk Rektor dan dosen yang berselisih pendapat agar bisa bertemu dalam satu forum dan duduk bersama membahas masalah tersebut.

“Tak ada yang tak bisa diatasi jika sama sama memiliki itikad baik untuk membangun lembaga ini ke depan agar lebih baik dari kemarin,” tutup Rumfot. (09)

Pos terkait