Ambon, Maluku Post.com – Wakil Ketua Umum interim Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM), Kamarudin Bolat, mengemukakan naif jika Asosiasi Provinsi PSSI Maluku tak mampu membiayai seluruh kebutuhan tim sepakbola yang akan berlaga di kualifikasi PON XIX di Jayapura, Papua, akhir 2015.
“Apapun alasannya, sepakbola harus tetap diikutsertakan dalam kualifikasi PON XIX karena merupakan olahraga merakyat dan masuk cabang potensial Maluku. Jika akhirnya Asprov PSSI Maluku tidak mampu mengemban aspirasi masyarakat pencinta sepakbola, sebaiknya seluruh pengurus yang ada, mulai ketua, sekretaris, eksekutif komite, bendahara atau pengurus lain mundur saja karena tidak mampu menjalankan tugas masing-masing dengan baik,” seru Bolat kepada Maluku Post di Ambon, Kamis (28/5).
Waketum interim FPOM menandaskan koar petinggi Asprov PSSI Maluku untuk mengirim tim sepakbola ke Pra PON harus benar-benar dibuktikan melalui pengorbanan tanpa pamrih.
“Kalau memangnya saat Rapat Exco PSSI di Ambon ada penjelasan ketua Asprov PSSI Maluku untuk mengirim tim sepakbola ke Pra PON, itu harus dibuktikan, jangan hanya lips service. Kan ada dana-dana pembinaan selama ini dari PSSI Pusat. Kalau memangnya ada dana pembinaan PSSI Pusat, ya gunakan saja, jangan lagi mengharapkan bantuan sepenuhnya dari PT Nusaina. Waktu Pra PON XVII Kalimantan Timur tahun 2007 lalu, pak Max Pentury juga berani berkorban hingga Rp 150 juta untuk membiayai kebutuhan tim, mengapa petinggi Asprov PSSI Maluku saat ini tak berani seperti itu,” herannya.
Ketua Asprov PSSI Maluku Dirk Soplanit yang dikonfirmasi memastikan sepakbola akan tetap berlaga di kualifikasi PON XIX mengatakan rencananya tetap ikut namun dirinya belum mendapat informasi tentang waktunya.
“Rencananya tetap ikut. Cuma kapan TC-nya saya belum dapat info dari pak Ajie Lestaluhu. Dan 30 pemain yang dimintakan KONI Maluku juga sudah dimasukan nama-namanya,” ringkas mantan Dirut PT Bank Maluku.
Terpisah pelatih kepala tim sepakbola Pra PON Maluku, Ajie Lestaluhu mengungkapkan pihaknya masih menunggu konfirmasi pimpinan PT Nusaina menyangkut total anggaran yang dibutukan skuat Pattimura Muda di Pra PON nanti.
“Memang kita sudah buat rincian anggarannya, tetapi belum dilaporkan ke manajemen Nusaina. Kalau sudah ada koreksi, kita akan laporkan ini ke Asprov PSSI Maluku,” pungkas mantan pelatih Persemalra Maluku Tenggara. (09)


