BMKG Himbau Waspadai Gelombang Tinggi Di Maluku

  • Whatsapp
Ambon, Malukupost.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengimbau penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut, termasuk masyarakat pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi sejumlah daerah di Maluku.  "Gelombang mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi di laut Buru, laut Maluku, perairan pulau Buru hingga pulau Seram, laut Banda, perairan kepulauan Sermata hingga kepulauan Tanimbar, perairan Kai da laut Maluku," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, dikonfirmasi, Minggu (17/9).

Ambon, Malukupost.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengimbau penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut, termasuk masyarakat pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi sejumlah daerah di Maluku.

“Gelombang mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi di laut Buru, laut Maluku, perairan pulau Buru hingga pulau Seram, laut Banda, perairan kepulauan Sermata hingga kepulauan Tanimbar, perairan Kai da laut Maluku,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, dikonfirmasi, Minggu (17/9).

Pertimbangannya, perairan kepulauan Tanimbar, kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) secara geografis berbatasan dengan Timor Leste maupun Australia.

Sedangkan, laut Arafuru, kabupaten Kepulauan Aru berbatasan dengan Australia.

“Khan sering nelayan di wilayah perbatasan Maluku ‘hanyut’ saat berburu ikan hingga diamankan di Australia, makanya perlu diwaspadai sejak dini,” ujar George.

Karena itu, masyarakat pesisir di wilayah perbatasan maupun lainnya di Maluku hendaknya tidak memaksakan diri berlayar maupun mencari ikan hanya dengan mengandalkan armada tradisional karena rawan terjadi musibah laut.

“Masyarakat pesisir hendaknya mematuhi peringatan dini yang telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota,” tandas George.

Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahaan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat atau kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan. (MP-4)

Pos terkait