Namlea, MalukuPost.com, Bupati Buru, Ramli Umasugi berharap 41 Kepala Keluarga (KK) Penerima santunan terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Way Apu, dapat memanfaatkan dana itu dengan baik misalnya untuk biaya pendidikan anak, dan lain sebagainya.
“Jangan sampai selesai menerima santunan langsung belanja sembarang, sekarang dunia lagi susah, simpan uang untuk anak-anak sekolah. Kondisi ekonomi dunia dan negara anjlok karena Covid-19, negara kesulitan uang, di dunia pun juga begitu, olehnya itu santunan ini harus dipergunakan untuk hal-hal yang penting dan simpan, jangan beli motor, nanti gunung botak dibuka baru beli motor, uang ini harus disimpan dipergunakan untuk kehidupan keluarga,”ujarnya dalam sambutannya saat penyerahan santunan yang di aula Jikumerasa Beach Resort & Resto, Rabu (12/08/2020)
Dijelaskan Bupati Ramli, Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Way Apu memiliki dampak positif terhadap perkembangan pembangunan di bumi Bupolo seperti listrik, mengatasi banjir yang selama ini masih menerjang desa-desa mulai Desa Lele dan sekitarnya. Bahkan karena proyek itu juga, maka Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan untuk berkunjung di Buru untuk melihat langsung Bendungan Way Apu.
“Beberapa waktu lalu kalau tidak salah minggu kemarin, saya berusaha untuk dapat bertemu dengan Wakil Menteri PUPR, menyampaikan agenda pembangunan Bendungan. Sehingga Wamen meminta saya untuk membuat surat agar beliau dapat berkunjung di kabupaten Buru,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala BWS Maluku, Marva Ranla Ibnu, menyatakan santunan yang diberikan merupakan tindaklanjut dari Surat Keputusan (SK) Gubernur, yang didalamnya mengatur tentang besaran satunan,melalui kajian teknis dan hukum.
“Saya baru satu bulan disini, namun saya berkoordinasi untuk melihat hal prioritas di provinsi Maluku, salah satunya adalah Direktif Presiden lewat Peraturan Pemerintah, menyangkut PSN yaitu Bendungan Way Apu, yang merupakan satu dari 65 bendungan di Indonesia yang harus disukseskan,” bebernya.
Hasil dari penyerahan santunan ini, selain melaporan kepada pemerintah pusat, juga kepada Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah. Bahkan dirinya berharap, santunan ini dapat digunakan secara produktif bukan konsumtif, harus memilah mana yang dahulu dibelanjakan, sehingga dapat bermanfaat untuk kehidupan.
“Bendungan ini memiliki dampak positif, diantaranya mereduksi banjir, dengan kapasitas tampung dari Bendungan sekitar 50 juta kubik, menghasilkan sekitar 8 megawatt dengan konteks listrik mikro hidro, serta keterjaminan terhadap irigasi dengan mengkafer 10 ribu hektar,” katanya.
“Memang kami sudah dengar disampaikan Bupati, tetapi di era pendemi ini pulau Buru aman, karena kunci dari pada keamanan secara regional adalah ketahanan pangan. Pak Presiden sedang mengejar ketahanan pangan se-Indonesia, salah satu di pulau Buru. Mudah-mudahan dengan kehadiran bendungan ini pulau Buru lebih maju dan jaya,”katanya menambahkan.
Sekedar diketahui, 41 KK penerima santunan, masing-masing yakni Manawehe Wael, Markus Wael/Iklan Wael, Yengkis Latbual, Manhawa Wael, Relis Latbual, Aris Latbual, Roi Latbual/Manroi Latbual, Sahingga Latbual/Elis Latbual, Wantas Nurlatu, Sugihingga Nuraltu/Upang Nurlatu, Tino Latbual/Kino Latbual, Saleh Latbual/Any Nurlatu, Walandea Latbual, Neles Latbual, Onya Nuralatu, Dapit Nurlatu/Dapet Nurlatu, Yanti Latbual, Manronggeng Latbual, Beni Latbual, Buju Nurlatu, Melakun Latbual/Nompes Latbual Victor Latbual, Jene Latbual, Yonas Latbual Aus Latbual, Bingul Nurlatu, Linter Latbual, Dani Latbual, Pieter Latbual, Mulung Latbual, Remon Latbual, Yokang Latbual, Ny. Temun/Noke Latbual (ahli waris), Melakukan Latbual, Ros Latbual, Jebarakin Nurlatu, Onyong Nurlatu, Upus Latbual, Manheng Nurlatu, Sami Latbual, dan Tongka Latbual.


