Langgur, MalukuPost.com – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ohoi (desa) Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), telah melaksanakan lomba antar Kelompok Dasawisma.
Perlombaan yang diikuti oleh kelompok Dasawisma tersebut, digelar di ohoi setempat (Rabu, 20/10/2020), dan melibatkan TP PKK Kabupaten dan Kecamatan selaku Tim Penilai.
Kepada Malukupost.com di Langgur, Sabtu (24/10), Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Malra, Tjeni Jetha Rahanra, mengapresiasi kinerja TP PKK Ohoi Langgur.
“Selama saya menjadi pengurus TP PKK Malra, lomba antara Kelompok Dasawisma di ohoi Langgur ini adalah yang pertama. Ini menunjukkan bahwa ohoi Langgur mau berubah. Artinya bahwa Ketua TP PKK Ohoi Langgur punya kemampuan untuk menggerakkan warga ohoi khususnya PKK untuk menghayati tentang 10 Program PKK,” katanya.
Pihaknya sangat bersyukur dengan kinerja dari Ketua TP PKK Oho Langgur, dimana meskipun masih ada keterbatasan-keterbatasan dalam penatakelolaan Kelompok Dasawisma, namun PKK Ohoi Langgur menunjukkan bahwa selangkah lebih maju.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Camat Kei Kecil sebagai Pembina TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Kecamatan Kei Kecil, serta Pejabat Kepala Ohoi Langgur selaku Pembina TP PKK ohoi setempat yang telah mendorong semua elemen yang ada untuk kemajuan ohoi ini,” ujarnya.
Terkait dengan kriteria penilaian lomba yang diprakarsai oleh TP PKK Ohoi Langgur tersebut, Rahanra yang juga selaku Ketua Tim Penilai menyebutkan ada beberapa kategori dalam penilaian.
“Kategori penilaian yang pertama yaitu pengelompokkan Dasawisma sesuai dengan petunjuk yaitu 10-20 kepala keluarga (KK), jangan sampai ada yang lebih dari itu. Jika jumlah KK dalam Dasawisma tersebut lebih dari 20 maka tidak memenuhi kategori penilaian,” bebernya.
Selanjutnya, nama dari 20 KK tersebut harus tertera dalam Papan Dasawisma (yang berukuran 50 cm x 50 cm), yang menunjukkan bahwa di dalam Dasawisma tersebut berjumlah 20 KK.
“Papan tersebut harus ditempatkan di depan rumah ketua Dasawisma,” imbuhnya

Rahanra menjelaskan, selain kategori-kategori tersebut, pihaknya juga melakukan penilaian atas kelengkapan administrasi diantaranya 5 buku catatan yang wajib harus ada di setiap kelompok Dasawisma.
“Lima buku tersebut yakni Buku 1 yakni Data Warga (mencatat semua jumlah jiwa yang ada di dalam kelompok Dasa Wisma). Selanjutnya yakni Buku 2 tentang Data Keluarga (mencatat tentang pertanyaan-pertanyaan kepada keluarga itu sendiri misalnya keluarga itu makan apa, ada usaha untuk peningkatan kesejahteraan keluarga atau tidak, punya jamban keluarga atau tidak. Intinya, berbagai hal yang berkaitan dengan 10 Program Pokok PKK ditanyakan di dalam Buku 2),” tukasnya.
Selanjutnya, Buku 3 yakni Catatan Keluarga (yang menjelaskan apakah keluarga tersebut menjalankan 10 Program Pokok PKK atau tidak, apakah keluarga tersebut menghayati pengamalan Pancasila atau tidak, apakah keluarga itu ikut kerja bhakti Dasawisma atau Ohoi atau tidak.
“Untuk Buku 4 adalah Data Rekapitulasi (rekapan hasil dari Buku 1 sampai 3). Sedangkan untuk Buku 5 itu mendata tentang 1 tahun (catatan per bulan), jika ada ibu hamil (bumil) berarti harus diberi tanda dalam buku itu, termasuk didalamnya juga adalah mengecek bumil tersebut sudah hamil berpa bulan, sudah ke puskemsas atau belum, ada kendala apa yang dihadapi dalam kehamilan. Itu adalah tugas seorang Ketua Dasawisma,” tandasnya.
Rahanra juga mengingatkan semua ketua-ketua Dasawisma tentang tiga tugas pokoknya.
“ada tiga tugas dari seorang Ketua Dasawisma. Pertama, dapat memberikan penyuluhan tentang 10 Program Pokok PKK dalam keluarga di Dasawisma, dan jangan menunggu dari ohoi. Yang kedua, harus mampu menggerakkan anggotanya. Misalnya jika dia melihat salah satu keluarga belum dapat memanfaatkan tanah pekarangan sesuai HATI-nya PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan nyaman) termasuk juga kebersihan lingkungan, maka ketua harus menggerakkan. Dan yang ketiga, yaitu melakukan pencatatan terhadap lima buku pelaporan (catatan) yang ada di dasa wisma, dan itu harus dilakukan,” jelasnya.
Diakui Rahanra, dari seluruh peserta lomba, tidak sepenuhnya memenuhi kriteria tersebut diatas, namun beberapa dari kelompok dasa wisma sudah memenuhinya.
“Memang kami akui bahwa karena tenggang waktu untuk lomba ini sangat sempit, mengakibatkan banyak kelompok dasa wisma belum dapat menyelesaikan kelengkapan administrasinya. Tapi saya percaya bahwa dengan adanya penilaian, dan juga pembinaan yang disampaikan, mereka (kelompok dasa wisma) akan merubah mainset mereka dalam menerapkan 10 Program Pokok PKK,” ungkapnya.
Dirinya berharap kepada semua elemen (baik itu pemerintah di setiap ohoi, kecamatan maupun seluruh masyarakat Malra), agar tetap dan bersedia mendukung semua program-program yang dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten.
“Karena 10 Program Pokok PKK ini merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang telah mereka laksanakan, hanya masih kurang dalam penataan. Dengan hadirnya PKK maka akan tertata dengan baik,” pungkasnya.


