
Laporan Rudi Fofid-Ambon
Malukupost.com – Tiga kali ikut PON, tiga kali masuk final. Nona Kamarian ini pernah persembahkan dua medali emas dan satu perak untuk Maluku. Demikian pula, dua kali ikut SEA Games, ia pun sumbang dua perunggu untuk Indonesia.
Belasan tahun sudah, dia membela Maluku dan Indonesia di berbagai kejuaraaan. Pada akhirnya, petinju Welmy Pariama ingin menutup karier di ring tinju dengan manis. PON XX Papua yang diundur dari 2020 ke 2021, akan menjadi PON terakhir baginya.
“Cukup sudah. PON Papua menjadi PON terakhir bagi beta. Beta ingin akhiri dengan emas,” kata Welmy Pariama kepada Media Online Maluku Post di Markas Pertina Maluku, Karangpanjang, Ambon, Kamis (6/11).
Petinju perempuan kelahiran 25 Maret 1991 itu, pertama kali terjun ke ring tinju sekitar 16 tahun silam. Waktu itu, sosok legendaris Wiem Gomies datang ke kampungnya Kamarian. Gomies mengajaknya jadi petinju.
Semula, Welmy menolak. Akan tetapi karena didorong berbagai pihak, Welmy yang masih duduk di SMA kelas 1, akhirnya mau juga. Dia relakan diri dilatih Gomies. Bahkan Welmy pindah ke Ambon,
Pada Kejurnas Tinju di Sport Hall Karangpanjang, Welmy naik ring untuk pertama kali. Walau hanya partai eksebisi, Welmy tampil penuh. Pukulan-pukulan Welmy sudah berisi. Lawannya dipukul sampai berdarah. Penonton terkesima. Berbagai kalangan sangat yakin, Welmy akan tumbuh sebagai petinju masa depan Maluku.
Benar saja. Setahun setelah terjun di ring tinju, Welmy lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur. Di sinilah Welmy merebut medali emas kelas 54 kg. Emas ini sangat penting bagi Maluku sebab dengan begitu, Maluku merebut enam emas dan menempati peringkat 20. Peringkat ini lebih baik dari PON sebelumnya yakni urutan 25.
Empat tahun kemudian pada PON XVII 2012 di Riau, Welmy kembali masuk final kelas 57 kg. Ia bertemu petinju NTT Maria Imaculata Loda. Welmy kalah dalam suatu duel kontroversial dan hanya merebut perak.
Pada PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat, Welmy lagi-lagi tampil di babak final. Kali ini ia bertemu petinju Papua Salamina Yerisitouw di kelas 64 kg. Dalam duel empat ronde, Welmy menang angka untuk menggenggam emas.
Penampilan terakhir Welmy di atas ring adalah saat kejuaraan Pra PON XX Papua di Bogor. Pada babak final, Welmy menekuk petinju Nusa Tenggara Barat (NTB) Riza Prastik. Dengan hasil itu, Welmy menjadi satu-satunya petinju puteri Maluku yang lolos ke PON Papua, yang disebutnya sebagai PON terakhir.
“Sebenarnya beta sudah tidak mau, tetapi karena masih diminta tampil, jadi baiklah, beta maju untuk terakhir kali. Sebab itulah, beta ingin menutup dengan manis,” pungkas Welmy. (malukupost.com)


