Terlibat Kasus Perzinahan, Partai Golkar Diminta Pecat Kadernya di Legislatif Tanimbar

  • Whatsapp
Anggota DPRD Tanimbar Kasus Perzinahan
ilustrasii

Saumlaki, MalukuPost.com – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar dari partai Golkar, Nelson Lethulur, diadukan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Maluku oleh Gregoris Maselkosu dan kuasa hukumnya Cartes Rangotwat, Sabtu, (20/2/21) lalu.

Gregoris Maselkosu dan kuasa hukumnya Cartes Rangotwat mengadukan politisi Partai Golkar itu karena diduga telah melanggar kode etik partai pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perzinahan.

“Kemarin itu kita telah melakukan pengaduan sekaligus pemberitahuan status hukum kader partai Golkar Nelson Lethulur yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kepulauan Tanimbar, dan berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan menunggu P21,” ujar Cartes melalui telepon genggamnya, Jumat (26/02/2021).

Cartes katakan, hal itu merupakan pengaduan yang kedua, setelah kasus Nelson dilaporkan ke Polres Kepulauan Tanimbar pada bulan Februari 2020 lalu. Pada saat laporan awal dilayangkan tersebut ditujukan untuk DPD I partai Golkar Provinsi Maluku, DPD II Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan tembusannya kepada DPP partai Golkar dan Badan Kehormatan DPRD kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Karena tidak ditanggapi maka setelah adanya perubahan status Nelson menjadi tersangka, barulah kami bikin pengaduan yang ke dua sekaligus menegaskan bahwa persoalan ini sudah cukup bukti. Kami berharap bahwa dari DPD I Partai Golkar segera menindaklanjuti dan menyikapi serius masalah Saudara Nelson ini,” ungkapnya.

Cartes dan Kliennya merasa yakin dengan pengaduan itu karena telah mempelajari Peraturan Organisasi (PO) Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya yakni PO 15/DPP/Golkar/2/2017 tentang penegakan hukum disiplin organisasi terhadap anggota partai.

Dijelaskan Cartes, Nelson Lethulur bisa dijerat dengan pasal 2 ayat (3) huruf (c) yakni merusak, mencemarkan atau merendahkan martabat partai Golongan Karya dan pada ayat (7) yaitu melakukan tindak pidana kejahatan dengan bukti hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Partai Golkar bisa menjatuhkan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 11 yakni bentuk sanksi yang diberikan atas pelanggran organisasi adalah peringatan tertulis, diberhentikan sementara sebagai pengurus, diberhentikan sementara dari anggota, dipecat sebagai anggota, diberhentikan dari pimpinan atau anggota dewan perwakilan rakyat.

“Pengaduan kami itu adalah meminta agar segera saudara Nelson ini dipecat dari keanggotaan partai Golkar, jika dia adalah pengurus, maka diberhentikan dari pengurus DPD I, DPD II Partai Golkar maka otomatis, jabatan dia saat ini sebagai anggota DPRD pun harus dicopot,” tandasnya.

Air Bersih Di Pulau Leti
Koordinator Daerah Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Anos Yermias

Sementara itu, Koordinator Daerah Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Anos Yeremias dikonfirmasi tentang hal ini mengaku telah membaca laporan dari Maselkosu dan kuasa hukumnya.

“Saya sudah melihat surat dari kuasa hukum korban. Namun kami juga belum rapat untuk membahas substansinya, namun kalau ternyata keputusannya inkrah dan yang bersangkutan dihukum maka Partai Golkar tidak segan-segan untuk melakukan evaluasi,” tegasnya.

Anos menandaskan, harga diri partai Golkar lebih tinggi dari pada harga diri setiap kader partai Golkar, meskipun dalam jabatan sebagai ketua fraksi. Oleh karena itu, sudah menjadi komitmen dari pimpinan partai berlambang beringin ini untuk tidak akan “main-main” dengan kader partai yang dinyatakan bersalah dan atau melakukan perbuatan asusila.

“Resiko dari perbuatan asusila yach harus dievaluasi, siapa suruh mau berbuat. Namun kita tunggu inkrah dulu, sebab tidak mungkin kita bunuh orang,” pungkasnya sembari meminta pihak korban untuk menanti keputusan pimpinan partai Golkar provinsi Maluku setelah dibahas dalam rapat.

Tentang kasus ini

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar dari partai Golkar, Nelson Lethulur akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kepulauan Tanimbar usai menjalani pemeriksaan, Selasa (26/1/2020).

Diberitakan sebelumnya, Nelson Lethulur digrebek di kamar 02 Hotel Beringin Dua Saumlaki pada 14 Desember 2019. Saat itu ia kedapatan sedang bersama PB, istri dari GM yang kemudian melapor ke polisi.

Saat melakukan penggerebekan, GM ditemani oleh seorang temannya yang berprofesi sebagai anggota TNI AD.

Karena terburu-buru kabur dari kamar, celana dalam milik PB tertinggal di kamar hotel. GM mengambilnya dan dijadikan sebagai barang bukti.

Selain barang bukti berupa celana dalam yang tertingal, ada juga rekaman CCTV hotel. Pada rekaman CCTV membuktikan pasangan terlarang ini masuk kamar berdua. Ada pula bukti saksi baik dari pelapor.

Pos terkait