Rahayaan: Naik Bus Sekolah Tidak Dipungut Biaya
Tual, MalukuPost.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk menambah Bus sekolah guna mencapai pelayanan di seluruh rute di Kota Tual.
“Ini baru dua bus saja, nanti kita akan masukan dalam kebijakan berikut untuk melayani Tamedan, Labetawi, Dullah, Ngadi dan seterusnya ke sana,” ujarnya saat Launching Bus Sekolah di halaman depan Balai Kota Tual. Senin, (01/03/2021).
Rahayaan katakan, pemerintah berkewajiban untuk menyediakan bus untuk kebutuhan mobilisasi mahasiswa dan siswa yang di Kota Tual. Sehingga, Bus itu dapat dijaga guna menjawab kebutuhan siswa dan mahasiswa pada saat kondisi tertentu.
“Kalau maksimal atau tidak, nanti kita lihat. Karena pada musim-musim tertentu kita tidak bisa mengandalkan kendaraan roda dua. Pasti anak-anak terhambat untuk sekolah,” ungkapnya.
Menurut Rahayaan, selain untuk rutinitas antar jemput para siswa/ mahasiswa menuju sekolah/ kampus, bus sekolah milik Pemkot Tual bisa digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler yang mangharuskan mobilisasi para siswa/mahasiswa ke luar daerah.
“Jadi ini harta yang kita miliki bersama untuk mendukung dan membantu kelancaran proses belajar di sekolah masing-masing. jadi naik Bus ini tidak dipungut biaya sama, karena anggaran operasional tanggung jawab Pemkot Tual,” katanya.
“Jadi kita sudah hitung biaya operasional untuk BBM, bahan bakar dan ini gratis! Saya pesankan pada Pak Plt. Kadis (Perhubungan) agar sopir yang nanti ditugaskan itu kan kita petugas sudah honor, nanti masukan ke anggaran kita dan tidak boleh ada yang bayar mobil ini,” katanya lagi.
Rahayaan mengingatkan warga masyarakat tidak membayar sopir apabila ada yang menggunakan bus sekolah tersebut untuk kepentingan umum. Termasuk semua kendaraan milik pemkot, baik yang baru maupun yang sudah lama, harusnya melayani masyarakat secara gratis.
“Kecuali ada mobil yang memang sudah kesulitan soal BBM, tapi itu juga harus dibicarakan, jangan ambil kebijakan secara sepihak. Jadi adik-adik naik mobil ini gratis, bapak-bapak juga kalau mau pakai untuk pergi bawa mobilisasi adik-adik untuk kegiatan pelatihan ekstra apa juga dipakai saja,” tandasnya.
Rahayaan menambahkan, Pemkot Tual telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta lebih dalam setahun untuk pasokan bahan bakar minyak kendaraan-kendaraan tersebut.
“Sekali lagi mari kita jaga supaya untuk pelayanan bagi bapak ibu, terutama untuk adik-adik. Ini ada full AC ka? Nah ini full AC lagi, jadi supaya abis ini kan dong su pake ron ini to? Nah pembukaannya ini nanti ron sambil dijalan nanti lambaikan tangan sekaligus sosialisasi bahwa pemda sudah sediakan adanya kendaraan satu khusus untuk adik-adik mahasiswa dan pelajar,” bebernya.


