Tual, MalukuPost.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual, Drg Maxie,M.B. Tinggogoy menyatakan, pihaknya mencatat jumlah kasus gizi buruk di daerah itu selama tahun 2020 sebanyak 4 orang.
”Tahun lalu ada 4 kasus Gizi Buruk, sedangkan Tahun ini ada 1 kasus yang sudah meningal tapi memiliki penyakit penyerta ,” ujarnya di Tual, Senin, (5/4/2021).
Dijelaskan Maxie, dari 4 kasus tersebut murni kasus Gizi Buruk yang tersebar di Kecamatan Dullah Selatan 2 orang, Kecamatan Dullah Utara 2 orang sedangkan yang satunya memiliki penyakit penyerta dari Kecamatan Tanyado Tam.
“Namun kasus Gizi Buruk bukan saja tanggungjawab Dinas Kesehatan tetapi juga tanggungjawab semua elemen masyarakat, sehingga menumbuhkan warga yang terdapat gizi buruk segera melaporkan ke Dinas Kesehatan. Sedangkan Penanganan Gizi buruk saat ini tetap menjadi perhatian serius dari Dinkes,” bebernya.
Maxie katakan, ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya kasus kurang gizi dan gizi buruk, seperti aspek produksi pangan, aspek distribusi pangan, akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi serta aspek konsumsi.
“Dengan kesibukan pencegahan virus Corona dalam kegiatan vaksinasi. Dinkes tetap fokus memantau gizi di masyarakat melalui Puskesmas dan Pustu yang di wilayah Kota Tual,” ungkapnya.
Maxie mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kota Tual agar tetap memberikan informasi tentang perkembangan gizi buruk di masyarakat nanti.
“Tanggungjawab gizi buru bukan hanya tugas dinas kesehatan tetapi juga tunggungjawab semua elemen,”pungkasnya.


