Ratusan PKL Mardika Gelar Demonstrasi Menolak Relokasi Ke Pasar Transit Passo

  • Whatsapp
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bersama perwakilan PKL Mardika dan IMM Ambon (Kiri), aksi demonstrasi PKL di depan balai Kota Ambon (kanan)

Louhenapessy: Akan Ketemu Gubernur Maluku Meminjam Lokasi Taman Victoria

Ambon, MalukuPost.com – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) pasar Mardika menggelar aksi demonstrasi menolak relokasi ke pasar Transit Passo.

Aksi demontrasi ratusan PKL itu didukung oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon di depan Balaikota Ambon, Senin (07/06/2021).

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan dirinya mengapresiasi kepada para pedagang yang telah menyetujui pembangunan pasar mardika yang baru yang mana pemerintah kota ambon telah berjuang untuk mendapatkannya selama tujuh tahun, delapan bulan, dua minggu.

“Pasar Mardika yang dibangun 40 tahun yang lalu itu sudah tidak layak dan saat itu penduduknya baru sebanyak 100.000 penduduk namun saat ini sudah sebanyak 400.000 ribu penduduk,” katanya

“Waktu itu belum banyak pemakai jasa pasar yang berada di pasar sehingga memang jalan tidak terlalu repot, tapi serentak dengan perkembangan masyarakat dan aktivitas kota dengan semakin luar biasa, lalu pasar Mardika itu sudah tidak bisa menampung,” katanya lagi.

Louhenapessy katakan, di tahun 2021 pasar mardika sudah masuk pasar jumbo namun karena kondisi covid-19, maka dari 15 pasar yang ditetapkan dan diputuskan hanya 5 pasar, sedangkan yang 10 pasar dipending. Dari 5 pasar itu yang lolos itu hanya pasar Ambon.

“Oleh karena itu kalau masyarakat mendukung, saya benar-benar menyampaikan terima kasih. Persoalan bukan membangun pasar, masyarakat sudah setuju kan, persoalan sekarang bahwa masyarakat yang mau pindah ke Passo rasa berat, kan masalahnya disitu,”tandasnya.

Menurut Louhenapessy, setelah lima pasar itu ditetapkan namun Kota Ambon masih mengalami kesulitan dengan vaksinasi, dan legiatan begitu banyak dana yang diserap untuk itu, oleh karena itu dari pemerintah pusat itu mulai mempertanyakan ke pemerinta kota apakah sudah siap laksanakan.

“Kalau bangun dalam waktu dekat kita bongkar, cuma persoalannya bagaimana pindahnya itu, kita memang tidak ada lahan untuk lokasi terdekat yang bisa dipakai, saya sebetulnya berhasrat besar untuk kita bisa pakai taman victoria, tetapi itu bukan kita, itu punya provinsi, tapi dengan dog punya usul seperti ini nanti saya menghadap pak gubernur, Beta minta kalau bisa dipakai untuk sementara,” bebernya.

Louhenapessy menambahkan, dirinya meminta para PKL dan sejumlah IMM dapat beraktifitas dan berdoa agar perjuangannya bisa berhasil meminta bantuan dan kebijaksanaan dari Gubernur Maluku.

“Mudah-mudahan pak gubernur Maluku menyetujuinya, kuncinya cuma satu jangan demonstrasi, kalian pulang berdoa supaya Tuhan kasih hati bae untuk pak gubernur. Oke bantu kalian seperti untuk itu. saya akan ketemu pak gubernur berbicara meminjam lokasi itu, masalahnya begini-begini dengan segala pertimbangan,” pungkasnya.

Pos terkait