Master Hukum Untuk Seniman-Politisi Rudy Lailossa

Rudy Lailossa bersama istri Ella Boge dan kedua putera sesaat setelah judisium di Fakultas Hukum Universitas Paattimura. (Foto koleksi Rudy Lailossa)


Laporan Rudi Fofid – Ambon

Malukupost.com – Semula, Rudolf “Rudy” Lailossa hanya dikenal sebagai vokalis Grup Mainoro. Usianya masih muda, tubuhnya paling ceking, namun suaranya melengking. Lagu “Jang Pisah Katong” dengan liriknya yang menggugah, langsung melambungkan nama kakak-beradik Lailossa tersebut. Publik Maluku sangat hafal lagu ini, terlebih pada larik: “Sampe rutu-rutu tongka langit, biar aer masing akang mo karing, jang pisah katong. Tenggara, Ambon, Banda, Lease, Seram dan Buru, katong samua satu Bangsa Alifuru, jang pisah katong…”

Di puncak popularitasnya sebagai vokalis Mainoro, Rudy tiba-tiba membuat manuver dengan terjun ke dunia politik. Ia memilih partai beringin, Golongan Karya. Sejumlah orang pesimis melihat langkah Rudy. Mereka menilai Rudy terlalu euforia dengan popularitasnya. “Cuma andalkan popularitas? Lalu kalau jadi anggota dewan, bisa apa dia?” Begitulah suara pesimisme.

Ketika Rudy melenggang mulus dengan perolehan suara tertinggi, lantas melihat kiprahnya di DPRD Maluku Tengah, barulah semua pesimisme itu lenyap. Dia tak hanya mendapat kepercayaan publik yang makin besar. Diapun dipercaya memimpin Partai Golkar Maluku Tengah, dan juga Wakil Ketua DPRD setempat. Jadi, sebagai seniman maupun politisi, popularitas sudah menjadi modal besar baginya.

Puaskah Rudy dengan capaian ini? Ternyata tidak. Rudy menyebut salah satu kelemahan orang muda adalah mental cepat puas dengan apa yang sudah ada. Dia tidak ingin seperti itu. Sebab itulah Rudy memilih meningkatkan kapasitas keilmuwan. Dari gelar sarjana hukum yang disandangnya, Rudy pun mengikuti program master hukum di Universitas Pattimura.

Alhasil, setelah menempuh seluruh proses akademik selama lebih dua tahun, Rudy pun akhirnya naik ujian tesis. Dalam penulisan tesis berjudul “Kedudukan DPRD Dalam Hukum Tata Negara”, Rudy dibimbing Dr Hendrik Salmon dan Dr Boy Bakarbessy. Sedangkan saat ujian, dirinya diuji Dr Sherlock Lekipiouw dan Dr Lita Mustamu. Hasil judisium, Rudy meraih nilai tertinggi 95,25.

Setelah sukses menjadi seniman, politisi, dan kini master hukum, Rudy kepada Malukupost.com berharap makin banyak seniman mau terjun ke politik. Alasannya, para seniman sudah terlatih mengasah nurani sehingga bisa menjadi politisi yang tangguh.

“Kalau ada yang bilang seniman tidak boleh berpolitik, maka itu adalah ahistory. Jangan lupa, Nabi Sulaiman, Nabi Daud, sampai tokoh-tokoh pendiri bangsa ini termasuk dari Maluku, banyak yang berasal dari kalangan seniman,” pungkasnya. (Malukupost)

Pos terkait