Langgur, MalukuPost.com – Pelayanan Perizinan maupun Penanaman Modal adalah salah satu penggerak kemajuan ekonomi di daerah, khususnya di dalam masa pemulihan ekonomi sekarang ini.
Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun pada pembukaan kegiatan Forum Koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) se-Provinsi Maluku di Langgur, Senin (7/3/2022).
Kegiatan dimaksud dihadiri pula oleh Direktur Wilayah 4 Kementerian Investasi, Wakil Bupati Petrus Beuatwarin serta Sekda setempat.
Menurutnya, dengan adanya kenaikan investasi di daerah yang sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses, serta hal-hal yang berkaitan dengan perizinan, akan memberikan stimulus bagi peningkatan kinerja perekonomian.
Untuk itulah, pemerintah daerah harus berperan melalui kebijakan, regulasi dan kolaborasi berbagai pihak.
“Kita harus memastikan iklim investasi benar-benar kondusif. Kolaborasi dan sinergi, adalah hal yang menurut kami, harus sama-sama kita tingkatkan. Dan untuk itu, Forum PTSP, yang diselenggarakan hari ini, hendaknya menjadi momentum bagi Provinsi Maluku untuk membangkitkan kembali perekonomian di seluruh wilayah Provinsi Maluku, khususnya dalam menarik investor ke daerah,” tandasnya.
Bupati Hanubun mengungkapkan, gambaran Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan di Malra, yang pertama yakni selain upaya konvensional untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, Pemda Malra juga menerapkan kebijakan Tax Amnesti, dimana setiap tahun akan ada 2 (dua) pelaku usaha yang dibebaskan dari kewajiban terkait perpajakan.
“Ini adalah bentuk kemudahan yang disediakan, agar menarik minat investor datang dan berinvestasi di Malra,”ujarnya.
Kedua, sebagai arah untuk mendorong pengembangan investasi di daerah, tahun 2021 Pemda Malra sudah menyelesaikan penyusunan Peta Potensi Investasi Daerah.
Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan informasi potensi investasi dan menciptakan peluang usaha baru dalam rangka menarik investor untuk menanamkan modalnya di kabupaten Malra.
“Sesuai informasi yang kami terima, Peta Potensi Investasi di provinsi, baru ada di Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Malra,” imbuhnya.
Yang ketiga, untuk meningkatkan pelayanan khususnya dalam bidang perizinan, setiap tahun Pemda Malra melakukan survey kepuasan masyarakat, tidak hanya untuk hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan perizianan, namun juga menyangkut pelayanan aduan masyarakat.
Hal ini dilakukan agar pelayanan yang diberikan dapat terus meningkat, dan pihak-pihak yang dilayani akan merasa puas dengan pelayanan yang di diberikan.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Hanubun meminta Gubernur Maluku dan Direktur Wilayah 4 Kementerian Inveestasi serta pihak-pihak terkait agar dapat memberikan perhatian kepada Pemkab Malra yang memiliki potensi di sektor perikanan dan pariwisata, dan potensi komoditi kelapa di Pulau Kei Besar juga cukup besar.
“Potensi-potensi ini belum dikelola secara baik. Kami harapkan sektor-sektor potensial ini dapat sama-sama didorong, baik pemerintah provinsi maupun pusat dalam hal ini Kementerian Investasi,” tukasnya.
Bupati Hanubun berharap, kiranya di tahun 2022-2023, jika dimungkinkan ada dua hingga tiga investor yang dapat didorong untuk berinvestasi di Kabupaten Maluku Tenggara.
Ditegaskannya, Pemkab Malra siap untuk mendukung Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.
“Potensi perikanan tangkap maupun budidaya yang kami miliki cukup beragam, ada budidaya mutiara, ikan dan termasuk yang sangat potensial adalah rumput laut. Kami mohon dukungan, agar budidaya rumput laut ini dapat didorong, mengingat Malra oleh kementerian Kelautan dan Perikanan sudah ditetapkan sebagai Kampung Rumput Laut,” bebernya.
Terkait sektor pariwisata, lanjut Buati Hanubun, saat ini belum banyak investor yang berinvestasi di Malra.
“Untuk hal ini juga dapat didorong. Kami akan ikut serta memberikan kemudahan-kemudahan bagi investasi pariwisata di Malra. Sejalan dengan itu, setiap tahun kami
melaksanakan Event Promosi Festival Pesona Meti Kei (FPMK), dan tahun ini untuk kedua kalinya berturut-turut, FPMK masuk dalam Kalender Event Nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” pungkasnya.


