Dari Natsar Menjadi Nyata : Gubernur Maluku Pulang ke Rumah Doa

Kairatu, MalukuPost.com – Cuaca berseri menyapa Pulau Seram di pagi yang tenang. Langit bersih seakan membuka tirai hari untuk sebuah perjalanan penuh makna. Dalam kesunyian yang damai, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, didampingi istri tercinta, Maya Baby Lewerissa, melangkah masuk ke pelataran Gereja Pniel, mengawali harinya bukan dengan seremonial, tetapi dengan sembah sujud dalam ibadah Minggu.

Tiga kali lonceng Gereja berdentang, menggema ke penjuru kampung, menjadi tanda bahwa persekutuan kasih dimulai. Jemaat berdiri, pujian mengalun, membelah hening dengan harmoni surga.

Firman Tuhan dibawakan Pdt. Chres Aponno dari 1 Samuel 26:1–25. Kisah tentang Daud yang tidak membalas Saul meski kesempatan terbuka, menjadi pelita yang menyinari makna sejati ketaatan. Pengendalian diri sebagai wujud iman, memilih kasih di atas amarah, dan mempercayakan keadilan pada Tuhan.

Pagi itu, udara Gereja dipenuhi nuansa damai. Lantunan kidung pujian dari seorang solois membuka ruang batin, menyentuh hati yang datang dengan beban dan syukur. Disusul oleh suara merdu vocal group yang bersahutan dalam harmoni, menyelimuti ibadah dengan kekhusyukan yang dalam.

Nada demi nada tak sekadar lagu, tapi doa yang bersayap. Umat terhanyut, seolah dibawa lebih dekat ke hadirat Tuhan, di tempat di mana hati berserah, dan harapan bertumbuh dalam kasih-Nya.

Usai Ibadah, di hadapan Jemaat GPM Kairatu, Gubernur yang hadir sebagai warga gereja, bukan hanya sebagai pemimpin, tapi juga sebagai anak Tuhan yang datang dengan syukur.

“Saya bersukacita bisa ada di sini, beribadah bersama basudara semua,” ujar Gubernur, suaranya bergetar mengalun dari mimbar, menyentuh hati yang mendengar.

Ia mengenang, beberapa waktu lalu, saat langkahnya masih berupa pergumulan dan niat, ketika ia hendak bertarung dalam kontestasi sebagai calon Gubernur. ia datang dan berlutut di gereja ini. Bukan membawa ambisi, tapi natsar dan hati yang tunduk. “Beta taruh pergumulan dan harapan di tempat ini, di rumah Tuhan ini,” ungkapnya lirih.

Hari ini, dalam kasih karunia yang genap, Gubernur kembali bukan hanya untuk mengenang, tapi untuk menyampaikan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.

“Izinkan Beta sebagai warga GPM, warga Gereja, menyampaikan dangke banyak kepada basudara semua, warga jemaat Pniel Kairatu,” ucapnya tulus.

Ia percaya, bahwa keberhasilannya memimpin Maluku lima tahun ke depan bukan semata hasil upaya manusia, melainkan karena topangan doa dan dukungan yang mengalir dari hati jemaat—yang diam-diam menyebut namanya dalam malam doa, dalam linangan air mata penuh harap.

“Dangke banyak. karena Tuhan pakai basudara semua jadi saluran berkat untuk perjalanan ini,” tutupnya, disambut hangat oleh umat yang diam, namun doa mereka telah lama bergema di langit.

Rombongan hadir bersama Gubernur dalam ibadah, Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM, Samuel Huwae; Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, James Leiwakabessy; Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Melkias Mozes Lohy; Plt Kepala Dinas PUPR, Hendrik Joseph Tamtelahitu; Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Roy Siauta; Kepala Biro Administrasi Pimpinnan, Fibra Breemer; Tenaga Ahli Gubernur, Jantje Wenno, Juru Bicara Gubernur, Kasrul Selang.

Pos terkait