AMBON, MalukuPost.com – Perayaan Natal Bank Maluku Maluku Utara (Malut) berlangsung khidmat di Swiss-Belhotel Ambon, Senin (22/12/2025). Ibadah Natal yang mengusung tema “Thank God for Jesus” ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus peneguhan komitmen pelayanan bagi seluruh insan Bank Maluku Malut.
Perayaan Natal dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, jajaran Komisaris dan Direksi, karyawan dan karyawati Bank Maluku Malut, serta Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Suasana ibadah dipenuhi pujian-pujian yang menggema, menghadirkan nuansa syukur dan penghayatan akan makna kelahiran Yesus Kristus.
Refleksi Natal disampaikan oleh Pendeta Rudy Rahabeat yang menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan penuh kegembiraan, melainkan sebuah ibadah dan penyembahan kepada Allah. Mengacu pada Lukas 2:1-7, ia menguraikan bahwa kisah Natal dirangkum dalam tiga unsur penting, yakni orang, tempat, dan peristiwa.
Menurutnya, Natal berpusat pada Yesus Kristus sebagai tokoh utama, sebagaimana ditegaskan dalam tema Thank God for Jesus. “Natal adalah peristiwa Allah. Orang-orang yang dipilih dan dikhususkan Tuhan dibentuk melalui proses yang tidak mudah untuk membawa misi damai,” ungkapnya.
Pendeta Rudy juga mengaitkan makna Natal dengan tema Natal GPM tahun ini, “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Semua.” Ia menekankan bahwa kehadiran Kristus bertujuan untuk memulihkan keluarga, memperkuat komitmen kebersamaan, serta membangun ikatan yang rukun dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
Dalam pesan dan kesan Natal, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan tiga pesan utama Natal. Ia menyoroti kisah para gembala di padang rumput sebagai pihak pertama yang menerima kabar kelahiran Sang Juru Selamat.
“Kabar baik itu tidak disampaikan kepada penguasa, tetapi kepada orang-orang biasa. Ini mengajarkan bahwa kita semua dipanggil untuk membawa kabar sukacita melalui ruang pelayanan dan kewenangan yang kita miliki,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa dalam konteks Bank Maluku Malut, pelayanan yang dijalankan secara profesional, tulus, dan berintegritas merupakan wujud nyata menghadirkan sukacita bagi masyarakat.
Gubernur juga berbagi pengalaman kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah di Maluku, di mana berbagai program pemerintah mampu menghadirkan harapan dan sukacita bagi warga.
Pesan kedua Gubernur menekankan makna damai. Menurutnya, Yesus tidak menjanjikan dunia tanpa konflik, tetapi mengajarkan pentingnya berdamai dengan sesama dan terutama dengan diri sendiri.
“Jika seseorang tidak berdamai dengan dirinya sendiri, di situlah akar berbagai persoalan muncul. Dalam dunia kerja, termasuk perbankan, kerja tim hanya dapat terbangun jika setiap orang mampu menyingkirkan ego pribadi,” tegasnya.
Pesan ketiga adalah ajakan untuk berbagi. Natal, kata Gubernur, merupakan momentum terbaik untuk menghidupi kasih sebagai inti ajaran Kristus.
“Tidak harus tampil spektakuler. Berbagilah kepada mereka yang membutuhkan. Ketika orang yang membutuhkan menerima uluran kasih, sukacita yang lahir itu sangat bermakna,” katanya.

Ia berharap Natal membawa harapan baru, komitmen yang teguh, serta iman yang kokoh kepada Tuhan dalam menjalani tugas dan pelayanan ke depan.
Perayaan Natal Bank Maluku Malut ditutup dengan doa dan penguatan iman, menegaskan panggilan seluruh insan bank untuk terus menghadirkan damai dan sukacita melalui pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat Maluku Malut.
Sementara itu, Komisaris Independen Bank Maluku Malut, Ichwan, menyampaikan bahwa tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Semua” mengingatkan umat akan kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang membawa damai sejahtera dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.
Ia menegaskan bahwa damai sejahtera tidak hanya bersifat rohani, tetapi harus terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja dan pelayanan publik di Bank Maluku Malut. Damai sejahtera tersebut, katanya, tercermin melalui pelaksanaan tugas yang berintegritas, profesionalisme, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Maluku dan Maluku Utara.
Lebih lanjut, Ichwan mengajak seluruh insan Bank Maluku Malut untuk terus bersinergi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga hubungan kerja yang harmonis demi tercapainya tujuan bersama. Ia berharap damai Kristus senantiasa meneguhkan setiap langkah, keputusan, dan kebijakan, sehingga seluruh proses kerja dapat berjalan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan bersama.
“Kiranya kasih dan pengorbanan yang telah diteladankan oleh Kristus dapat terus menginspirasi kita semua, berkontribusi positif bagi pertumbuhan dan kemajuan Bank Maluku Malut, serta memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan harapan agar damai sejahtera Kristus senantiasa menyertai seluruh karya dan pelayanan semua pihak.
Sebagai wujud nyata kasih dan kepedulian, Bank Maluku Malut menyerahkan santunan kepada para pensiunan pada momen Natal ini.


