Butuh Nyali AFD Maluku Bentuk Tim Pra PON

Ambon, Maluku Post.com – Hingga kini keabsahan pembentukkan tim futsal Pra PON Maluku masih belum menemui titik temu di antara sebagian pengurus KONI Maluku dengan pengurus teras Asosiasi Futsal Daerah Maluku masa bakti 2014-2018.

Di bagian lain, Tim futsal Pra PON Maluku bentukkan pelatih Oei Sianatra Wijaya, Mory Poetiray dan Semy Lona masih tetap menggelar latihan dan uji coba di depan mata pengurus AFD Maluku masa bakti 2014-2018.

Pemerhati futsal Maluku Kamarudin Bolat menyatakan butuh nyali pengurus AFD Maluku pimpinan Max Pentury dan Junus Eduward Kailuhu untuk menganulir keputusan KONI Maluku yang telah membentuk tim bayangan futsal Pra PON Maluku beberapa waktu lalu.

’’Ini butuh nyali pengurus teras AFD Maluku untuk mematahkan dominasi dan kekuasaan di tubuh KONI Maluku,’’ terang Bolat dalam bincang-bincang dengan Maluku Post di Café Barista, Jalan Lola Ambon, Rabu (20/5).

Pembentukkan tim bayangan futsal Pra PON Maluku, jelas dia, bertentangan dengan statuta Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) maupun etika berorganisasi yang berlalu universal.

“Kalau menurut saya, tim bayangan futsal Pra PON Maluku itu tim ilegal karena pembentukkannya tidak melibatkan unsur Exco Asprov PSSI Maluku yang membidani futsal maupun ketua dan sekretaris AFD Maluku hasil kongres AFI tahun 2014. Tindakan segelintir orang di KONI Maluku dan Asprov PSSI Maluku itu arogan, sombong, tidak beretika dan galojo (tamak) kekuasaan,” tudingnya.

Bolat berujar apapun alasannya AFD Maluku mesti menggelar rapat untuk memutuskan pembentukan tim futsal Pra PON Maluku yang sesuai aturan main dan etika berorganisasi.

“AFD Maluku harus secepatnya menggelar rapat intens untuk memutuskan hal ini,”pungkasnya. (09)

Pos terkait