Kedatangan Rombongan Asdep Ordik Kemenpora Menopang”Mangente Ambon”

Asisten Deputi Olahraga Pendidikan (Asdep Ordik)
Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sukarno
Ambon, Maluku Post.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Maluku Semuel Huwae mengungkapkan kehadiran Asisten Deputi Olahraga Pendidikan (Asdep Ordik) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Sukarno dan rombongan di Kota Ambon, Maluku, tak hanya untuk membuka secara resmi “Pengembangan Kompetensi Tenaga Olahraga Pendidikan Maluku” di Hotel Marina, Jalan Yan Paays, 25 Mei-27 Mei 2015.

Ada dimensi lain di balik kedatangan pria yang sudah lebih dari 30 tahun mengabdikan diri di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Lampung dan Kemenpora itu. 

“Kedatangan pak Dr. Sukarno, MM ke Ambon ini juga dalam kaitan dengan kebijakan Pemerintah Kota Ambon, “Mangente Ambon 2015”. Pak Sukarno dan rombongan, serta bapak dan ibu sekalian, kalau filosofi orang Ambon, kata ’mangente’ itu berarti datang, lihat, tengok dan kemudian bikin sesuatu yang berguna dan punya dampak besar. Mudah-mudahan kehadiran pak Sukarno dan rombongan ke sini juga dalam rangka “Mangente Ambon” itu,” celoteh Kadispora Maluku dalam sambutannya dalam kegiatan tersebut, Rabu (27/5).

Kadispora berharap kehadiran Asdep Ordik Kemenpora dan rombongan, termasuk para narasumber kegiatan itu, dapat dimanfaatkan 50 peserta kegiatan secara maksimal sehingga program pengembangan kompetensi tenaga olahraga pendidikan terwujud.

“Saya harapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga misi kita untuk pengembangan olahraga pendidikan dapat terwujud dengan baik dan proses pengembangan secara berkesinambungan juga sukses pada waktunya,” seru mantan Kabiro Umum Sekretariat Provinsi Maluku itu.   

Sebelum membuka kegiatan itu Asdep Ordik Kemenpora mengakui untuk kedua kalinya dia menginjakkan kakinya di Kota bertajuk ’Manise’ ini.

“Saya sudah ke sini untuk kedua kalinya. Pertama waktu Sail Banda (201) dan sekarang melalui kegiatan ini. Dan saya lihat Ambon sudah mulai berubah. Ada yang beda yakni kalau saya ke sini saya hanya mencari ’papeda’ (makanan tradisional dari sagu mentah yang ditiris air mendidih), sebab di tempat lain, termasuk di daerah asal saya Jawa Tengah papeda tidak ada,” ungkap pria yang mengaku dekat dengan pers itu. (09)

Pos terkait