Ambon, Malukupost.com – Ketua Pelaksana Harian Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang menyatakan dua warga Ambon hasil tracking dari pasien 15 berinisial HB (warga Ambon yang melakukan perjalanan dinyatakan dari jakarta dan transit di Makasar) terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) dari hasil Swab PCR di BTKL-PP Klas II Ambon.
“Kedua pasien dinamai kasus 21 berinisial HA sementara ini dirawat di RST Latemeten, sedangkan kasus 22 inisial B. Untuk kasus 22 ini kita belum dapat laporan dari tim Dokter, kemungkinan di Balai Diklat BPSDM Maluku, karena kalau tanpa gejala baru kita bawa ke Diklat, kalau gejala sedang keatas di RS,”ujarnya di Ambon, Senin (27/4).
Kasrul mengaku sedih saat mendengar ada dua warga yang terinfeksi Covid-19 dari pasien kasus 15 artinya ada warga Ambon pelaku perjalanan tidak mengindahkan semua protokol penanganan covid-19.
“Saya sedih, beliau melakukan perjalanan ke Ambon, tidak melakukan isolasi mandiri dan seterusnya, kemudian melakukan Ibadah di Rumah Ibadah disalah satu tempat di Ambon, dan membuat beberapa orang terjangkit virus ini,”katanya.
“Kita bisa bayangkan orang itu, dari tempat ibadah, mereka ke pasar, kemana-mana atau ke tempat ibadah lain maka ini sangat berdampak besar,”katanya lagi.
Kasrul berharap seluruh masyarakat Maluku untuk melakukan isolasi mandiri, mentaati apa yang dianjurkan pemerintah, untuk memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19 apalagi kasus 15 ini sudah terjadi transmisi lokal.
“Kalau kasus 02, karena di dalam rumah menjangkiti orang rumah, jadi dari situ belum kemana-mana, sehingga baru sampai di klaster kedua. Tetapi kasus 15 ini sudah terjadi sampai klaster ketiga karena dari pelaku perjalanan ke beberapa orang lagi. Kita berdoa agar penyebarannya tidak besar,”bebernya.
Kasrul menghimbau kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah, untuk melakukan isolasi mandiri, jika pulang dari luar daerah.
“Kita tidak boleh anggap remeh seperti begini. Mungkin kasus 15 pikir sehat kemudian ke tempat ibadah, ternyata di kerumuman orang ditempat ibadah itu menularkan ke beberapa orang. Ini yang kami merasa sedih, mudah-mudahan ini yang terakhir, dan tidak terjadi hal-hal seperti begini,”jelasnya.
Menurut Kasrul, untuk tiga orang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, kata Kasrul untuk pelaku perjalanan dari Bau-Bau, merupakan pensiunan TNI umur 63 tahun yang saat ini dirawat di RST dinamai kasus 18.
“Jadi yang dikabar beliau ke Gemba, itu belum, baru rencana. Karena beliau sakit kemudian diperiksa di RST, dan hasilnya positif. Jadi beliau belum sampai ke Gemba,”ucapnya.
Kasrul menambahkan, sedangkan dua ABK KM Dobonsolo, berinisial R (25 tahun), dan BK (32 tahun), dinamai kasus 19 dan kasus 20. Keduanya menjalani isolasi di BPSDM Maluku.
“Sehingga dengan ada penambahan dua kasus, total terkonfirmasi positif 22 orang, 11 orang masih menjalani isolasi, dan 11 orang sudah dinyatakan sembuh, terakhir pasien kasus 03 Warga Saparua, Malteng.


