Eksebisi Mural Libatkan Sebelas Perupa Maluku

  • Whatsapp
Para perupa yang berpartisipasi dalam eksebisi mural dan para staf Taman Budaya Maluku usai kegiatan eksebisi. (foto rudi fofid)
Sepuluh dari sebelas perupa Maluku usai eksebisi mural di Tamam Budaya Maluku, Karangpanjang Ambon (foto rudi fofid)

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Ambon, Malukupost. com – Taman Budaya Maluku tiada henti memberi ruang ekspresi kepada para perupa. Kali ini, sebelas perupa dilibatkan dalam Eksebisi Mural di Taman Budaya Karangpanjang Ambon, 27-29 Oktober 2020. Eksebisi diresmikan Kepala Taman Maluku Drs Semmy Toisutta.

Para perupa yang berpartisipasi dalam eksebisi mural adalah Rian Engko, Tessart Saiya, Ulpex, John Lakburlawal, Revelino Berry, Andy Ajax, Lodwijk Hahury, Michele Frans, Zico Puturuhu, Magaz Lekahena, dan Ezal Lessy.

Sesuai pantauan di Taman Budaya, para perupa berkreasi secara kolaborasi di seluruh dinding panggung terbuka. Mereka membuat dekorasi tema kemalukuan di dinding panggung sebelah timur.
Ornamen-ornamen etnik khas Maluku mendominasi karya para perupa. Di kiri dan kanan tangga naik, di bawah kilau gelombang laut biru dan ombak putih, mutiara dengan tiram sedang membuka, bagai mengucapkan selamat datang.

Di kiri dan kanan panggung, patung kayu khas pulau-pulau barat daya, nampak saling berhadapan. Di tengahnya, sebuah perahu belang memanjang di bawah ornamen yang bertebaran.

Tarian tifa perempuan Tanimbar dengan emas bulan di kepala juga terlihat di dekat penari cakalele dengan parang dan salawaku. Simbol masyarakat adat di Seram beruba talang mtahari persis di tengah. Ada orang tiup tahuri di dua sisi atas. Tidak lupa, bunga cengkih dan buah pala disuguhkan.

Perupa yang datang dari Tanah Kei, Ulpex, kepada Media Online Maluku Post menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Taman Budaya Maluku yang telah memberi ruang ekspresi kepada para perupa.

“Selama ini kami selalu sendiri di jalanan tetapi pemerintah makin peduli kepada kami para perupa. Kami sangat berterima kasih,” ujar Ulpex.

Dia berharap, kepedulian Taman Budaya Maluku kepada para perupa, juga ditunjukkan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku sehingga seni rupa makin berkembang. (malukupost.com)

Pos terkait